WhatsApp Image 2025 08 03 At 14.17.47

Bikin Haru! Semangat Tunanetra di Kota Sukabumi di Tengah Keterbatasan

KOTA SUKABUMI- Di balik keterbatasan fisik, semangat para penyandang tunanetra untuk terus menimba ilmu agama tak pernah padam. Hal ini tercermin dalam pengajian rutin bulanan yang digelar oleh Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI) Kota Sukabumi, minggu (3/8). Bertempat di sebuah ruang sederhana namun penuh semangat di Jalan Garuda Kecamatan Baros, Kota Sukabumi sekitar 25 anggota Pertuni berkumpul dalam nuansa spiritual yang khidmat dan hangat.

Setiap bulannya, puluhan anggota PERTUNI berkumpul untuk membaca Al-Qur’an braille dan memperdalam pemahaman keagamaan. Tak hanya menjadi ajang ibadah, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mempererat ukhuwah dan saling menguatkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Meski tidak melihat, kami ingin terus berjalan dalam cahaya. Al-Qur’an braille ini yang menjadi penuntun kami,” ungkap ahmad salah satu peserta pengajian.

Ketua PERTUNI Kota Sukabumi, Erman, menjelaskan bahwa kegiatan tadarus ini bukan hanya sekadar membaca Al-Qur’an, melainkan juga menjadi momen belajar dan pendalaman ilmu agama dan momen silaturahmi sesama anggota Tunanetra

Ia juga menyampaikan apresiasinya terhadap perhatian dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi yang turut mendukung keberlangsungan kegiatan ini dengan mendonasikan konsumsi dalam setiap pengajian, PMI juga sebelumnya telah memberikan pelatihan pengurangan risiko bencana (PRB) kepada para anggota PERTUNI.

“Pelatihan dari PMI sangat penting bagi kami. Dengan kondisi keterbatasan, kami harus tetap siap siaga jika terjadi bencana. Ini bentuk perhatian yang luar biasa,” tambah Erman.

Dukungan tersebut mendapat balasan hangat dari para peserta. Salah seorang anggota bahkan secara simbolis menunjukkan rasa terima kasihnya dengan memegang kertas bertuliskan “Terima kasih PMI Kota Sukabumi”.

Melalui kegiatan ini, PERTUNI ingin membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk tetap dekat dengan Allah dan aktif dalam kehidupan sosial. Dengan semangat kebersamaan dan dukungan dari berbagai pihak, mereka terus melangkah, menyebarkan cahaya hidayah dari balik kegelapan.

Bikin Haru! Semangat Tunanetra di Kota Sukabumi di Tengah Keterbatasan

KOTA SUKABUMI- Di balik keterbatasan fisik, semangat para penyandang tunanetra untuk terus menimba ilmu agama tak pernah padam. Hal ini tercermin dalam pengajian rutin bulanan yang digelar oleh Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI) Kota Sukabumi, minggu (3/8). Bertempat di sebuah ruang sederhana namun penuh semangat di Jalan Garuda Kecamatan Baros, Kota Sukabumi sekitar 25 anggota Pertuni berkumpul dalam nuansa spiritual yang khidmat dan hangat.

Setiap bulannya, puluhan anggota PERTUNI berkumpul untuk membaca Al-Qur’an braille dan memperdalam pemahaman keagamaan. Tak hanya menjadi ajang ibadah, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mempererat ukhuwah dan saling menguatkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Meski tidak melihat, kami ingin terus berjalan dalam cahaya. Al-Qur’an braille ini yang menjadi penuntun kami,” ungkap ahmad salah satu peserta pengajian.

Ketua PERTUNI Kota Sukabumi, Erman, menjelaskan bahwa kegiatan tadarus ini bukan hanya sekadar membaca Al-Qur’an, melainkan juga menjadi momen belajar dan pendalaman ilmu agama dan momen silaturahmi sesama anggota Tunanetra

Ia juga menyampaikan apresiasinya terhadap perhatian dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi yang turut mendukung keberlangsungan kegiatan ini dengan mendonasikan konsumsi dalam setiap pengajian, PMI juga sebelumnya telah memberikan pelatihan pengurangan risiko bencana (PRB) kepada para anggota PERTUNI.

“Pelatihan dari PMI sangat penting bagi kami. Dengan kondisi keterbatasan, kami harus tetap siap siaga jika terjadi bencana. Ini bentuk perhatian yang luar biasa,” tambah Erman.

Dukungan tersebut mendapat balasan hangat dari para peserta. Salah seorang anggota bahkan secara simbolis menunjukkan rasa terima kasihnya dengan memegang kertas bertuliskan “Terima kasih PMI Kota Sukabumi”.

Melalui kegiatan ini, PERTUNI ingin membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk tetap dekat dengan Allah dan aktif dalam kehidupan sosial. Dengan semangat kebersamaan dan dukungan dari berbagai pihak, mereka terus melangkah, menyebarkan cahaya hidayah dari balik kegelapan.

Scroll to Top