KOTA SUKABUMI- Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi menggelar pertemuan rutin antar lembaga dalam rangka membahas perkembangan dan update pelaksanaan Pilot Riset Open Rivercam (ORC) yang saat ini dikembangkan di Kota Sukabumi melalui dukungan PMI Pusat dan Palang Merah Amerika (Amcross).
Dalam pertemuan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur terkait, di antaranya Jajaran Pengurus PMI Kota Sukabumi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Sukabumi, PSDA Wilayah Sungai Cisadea-Cibareno, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Sukabumi Bidang Sumber Daya Air, pengurus PMI kecamatan wilayah riset, serta lembaga sosial Sehati Gerak Bersama.

Ketua PMI Kota Sukabumi, Suranto Sumowiryo, menegaskan bahwa pilot riset ini menjadi langkah strategis dalam membangun fondasi ilmiah melalui riset dan kolaborasi lintas sektor. Melalui pilot ORC ini, pihaknya ingin mendorong daerah memiliki kemampuan analisis dan kesiapsiagaan yang lebih kuat berbasis data dan inovasi, sehingga menjadi bagian dari sistem kesiapsiagaan yang lebih responsif terhadap potensi banjir dan risiko hidrometeorologi.
“Dalam pelaksananya pilot riset ini membutuhkan dukungan dan komitmen bersama. Kami berharap seluruh stakeholder dapat terus mengawal dan mendukung pelaksanaan pilot riset ini agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya. Rabu (25/2/2026).

Sementara itu, Project Manager PMI Kota Sukabumi, Dinar Mochamad, menjelaskan berbagai rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan dalam beberapa bulan ke depan sebagai bagian dari penguatan pilot riset ORC ini diantaranya:
Memasuki bulan Maret, sejumlah agenda strategis telah disiapkan, di antaranya pertemuan rutin lembaga bersama civitas akademika Tim Riset IPB, pengembangan SOP peringatan dini dan aksi dini berbasis komunitas, serta praktik uji coba SOP menggunakan metode Table Top Exercise (TTX). Selain itu, akan dilakukan pemetaan risiko sungai (DAS), lokakarya peringatan dini dalam penerapan ORC, serta pertemuan rutin antar lembaga bersama mitra stakeholder.

Selanjutnya pada bulan April, PMI bersama IPB akan melaksanakan pertemuan antar lembaga, riset peringatan dini banjir melalui joint research, diseminasi dan orientasi penerapan ORC di tingkat kota termasuk pelatihan neraca air, serta pelatihan hidrometeorologi bagi personel PMI. Pada periode April hingga Mei juga akan dilakukan analisis data dari informasi peringatan dini yang diproduksi ORC sebagai bagian dari riset bersama. Selain itu, agenda pemasangan dan instalasi perangkat serta mobilisasi SIBAT untuk pemeliharaan perangkat turut menjadi prioritas.

Pada bulan Mei, kegiatan difokuskan pada finalisasi melalui pertemuan rutin bersama IPB dan mitra stakeholder, penyampaian laporan pencapaian dan data yang dihasilkan, serta mobilisasi SIBAT untuk pemeliharaan perangkat sebagai rencana tindak lanjut pasca program selesai.
“Rangkaian kegiatan ini kami susun secara bertahap dan terintegrasi, mulai dari penguatan kapasitas, penyusunan SOP, uji coba, riset, hingga analisis data dan rencana keberlanjutan. Harapannya, Open Rivercam tidak hanya menjadi pilot riset, tetapi benar-benar menjadi sistem yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat,” jelas Dinar.
Melalui langkah tersebut, PMI Kota Sukabumi menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dan inovasi dalam membangun sistem peringatan dini yang efektif dan berbasis komunitas di Kota Sukabumi.





