KOTA SUKABUMI – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Semester I Tahun 2026 terhadap seluruh PMI Kecamatan sebagai upaya memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan kualitas pelayanan kemanusiaan, serta memastikan pengelolaan keuangan organisasi berjalan secara transparan dan akuntabel.
Kegiatan yang akan berlangsung dari mulai 5 hingga 14 Agustus 2026 ini dilaksanakan secara bergiliran di tujuh PMI Kecamatan, yaitu Baros, Cibeureum, Warudoyong, Gunungpuyuh, Citamiang, Cikole, dan Lembursitu. Setiap pengurus kecamatan diminta menyiapkan laporan program kerja Semester I, laporan keuangan, realisasi Bulan Dana PMI, kegiatan donor darah, hingga dokumen administrasi organisasi sebagai bahan evaluasi tim monitoring.

Ketua Tim Monitoring dan Evaluasi PMI Kota Sukabumi, Ece Suhendra, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari amanat organisasi agar seluruh PMI Kecamatan mampu menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal.
“Monitoring dan evaluasi ini bertujuan memastikan seluruh PMI Kecamatan menjalankan fungsi organisasi secara optimal, mulai dari administrasi, pengelolaan keuangan, pelayanan kemanusiaan, pembinaan relawan SIBAT, hingga pengembangan kemitraan. Kegiatan ini juga menjadi ruang pembinaan agar setiap kecamatan memiliki standar tata kelola organisasi yang baik, tertib administrasi, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, tim melakukan evaluasi terhadap dua aspek utama, yakni kinerja organisasi dan pengelolaan keuangan.
Pada aspek organisasi, indikator yang dinilai meliputi pembinaan dan keaktifan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT), pelaksanaan kegiatan donor darah sukarela, kesiapsiagaan bencana hingga transparansi dalam pengelolaan organisasi.

Sementara itu, pada aspek keuangan, evaluasi dilakukan secara menyeluruh terhadap administrasi kas, pengelolaan hasil Bulan Dana PMI, penggunaan anggaran kegiatan, sistem pelaporan keuangan, serta kelengkapan dokumen pertanggungjawaban.
Bendahara PMI Kota Sukabumi, Dian Sucianti, menjelaskan bahwa monitoring keuangan bertujuan memastikan seluruh PMI Kecamatan menerapkan tata kelola keuangan yang sesuai dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kehati-hatian dalam mengelola dana kemanusiaan.
“Melalui monitoring ini kami ingin memastikan seluruh pengelolaan keuangan di PMI Kecamatan telah berjalan sesuai standar organisasi, mulai dari pencatatan kas, penggunaan anggaran, pengelolaan hasil Bulan Dana PMI, hingga penyusunan laporan pertanggungjawaban,” katanya

“Kami berharap seluruh PMI Kecamatan memiliki sistem administrasi keuangan yang seragam, disiplin dalam pelaporan, serta mampu menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana kemanusiaan. Akuntabilitas keuangan menjadi fondasi penting dalam membangun organisasi PMI yang profesional hingga tingkat kecamatan,” tambahnya.

Kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus yang terdiri dari Sekretaris PMI Kota Sukabumi, Wakil Sekretaris, Ketua Bidang Penanggulangan Bencana (PB), Ketua Bidang Organisasi, Ketua Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) dan Relawan, Ketua Bidang Diklat dan Pelayanan Sosial (Yansos), Ketua Bidang Organisasi, Bendahara PMI serta didukung oleh Staf Markas PMI Kota Sukabumi dan Staf Unit Pelayanan Darah (UPD) PMI Kota Sukabumi. Kehadiran seluruh unsur tersebut diharapkan mampu memberikan pembinaan yang komprehensif kepada setiap PMI Kecamatan, baik dari aspek organisasi, pelayanan kemanusiaan, pengembangan relawan, maupun tata kelola keuangan.
Melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi Semester I Tahun 2026 ini, PMI Kota Sukabumi berharap seluruh PMI Kecamatan semakin aktif, profesional, responsif, dan mampu menjadi garda terdepan dalam pelayanan kemanusiaan di wilayahnya masing-masing. Dengan tata kelola organisasi yang kuat dan pengelolaan keuangan yang akuntabel, kepercayaan masyarakat terhadap PMI diharapkan terus meningkat sehingga pelayanan kemanusiaan dapat berjalan semakin optimal.