WhatsApp Image 2026 08 16 At 13.29.07

 Pasca 134 Santri Alami Gejala Mual dan Muntah, PMI Berikan Dukungan ke Ponpes Baiti Jannati

[atlasvoice]

KOTA SUKABUMI — Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi memberikan dukungan kepada Pondok Pesantren Baiti Jannati, Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, pascakejadian yang menyebabkan 134 santri mengalami gejala mual, muntah-muntah dan sakit perut.

Dukungan tersebut diberikan melalui kegiatan silaturahmi dan pemberian dukungan pascakejadian pada Minggu (16/8/2026). Kehadiran PMI menjadi bagian dari upaya memberikan perhatian kepada para santri sekaligus memastikan proses pemulihan pascakejadian berjalan dengan baik.

Kejadian tersebut bermula saat para santri tengah mengikuti halaqah subuh. Sejumlah santri tiba-tiba mengalami mual dan muntah. Kondisi serupa kemudian dialami oleh santri lainnya hingga jumlah yang mengalami gejala mencapai 134 orang.

Para santri yang mengalami keluhan kemudian mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RSUD Al-Mulk dan RSUD Syamsudin atau RS Bunut.

Pimpinan Pondok Pesantren Baiti Jannati, Faid Fauzan, mengatakan kondisi para santri saat ini terus membaik. Sebagian besar santri bahkan telah kembali ke pondok dan mulai menjalankan aktivitas seperti biasa.

“Alhamdulillah, sebagian besar santri sudah pulang dan kembali berkegiatan di pondok, bahkan ikut perlombaan Agustusan. Informasi yang kami terima, hanya tiga orang yang masih dirawat di Rumah Sakit Bunut dan kondisinya membaik. Katanya hari ini dipulangkan,” ujar Faid.

Menurutnya, para santri yang telah kembali ke pondok diberikan kesempatan untuk beristirahat dan memulihkan kondisi. Sebagian santri lainnya juga sempat dijemput keluarga untuk menjalani pemulihan di rumah.

Sementara itu, terkait penyebab kejadian, hingga kini masih dalam proses pendalaman. Sampel makanan telah menjalani uji laboratorium di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan penyebab munculnya gejala secara bersamaan pada para santri. Termasuk untuk mengetahui kemungkinan keterkaitan dengan makanan yang dikonsumsi saat makan siang maupun makanan yang disiapkan dari dapur pesantren pada malam hari.

Dalam kunjungannya, PMI tidak hanya melakukan silaturahmi dengan pihak pesantren, tetapi juga menyerahkan sejumlah bantuan untuk mendukung kebutuhan para santri selama masa pemulihan.

Bantuan yang disalurkan PMI Kota Sukabumi terdiri dari 40 buah sarung, tiga boks hygiene kit, satu karton susu Lactogrow, serta satu karton sabun mandi.

Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan para santri sekaligus menjadi bagian dari perhatian PMI terhadap kondisi masyarakat pascakejadian.

Selain kebutuhan dasar, PMI juga memberikan perhatian terhadap aspek dukungan psikososial. Situasi ketika banyak santri mengalami keluhan kesehatan secara bersamaan dapat menimbulkan rasa khawatir dan kecemasan, baik bagi santri, pengasuh maupun pihak pesantren.

Karena itu, kehadiran PMI di tengah lingkungan pesantren diharapkan dapat memberikan rasa aman, membangun komunikasi, serta mendukung proses pemulihan para santri agar dapat kembali beraktivitas secara bertahap.

Faid Fauzan menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah memberikan perhatian dan dukungan kepada Pondok Pesantren Baiti Jannati setelah kejadian tersebut.

“Alhamdulillah, kami berterima kasih atas kepedulian dan perhatian dari berbagai pihak, termasuk PMI yang datang memberikan dukungan kepada kami,” katanya.

PMI Kota Sukabumi menegaskan bahwa respons kemanusiaan tidak hanya dilakukan ketika kondisi darurat berlangsung. Pendampingan dan perhatian setelah kejadian juga menjadi bagian penting untuk memastikan masyarakat terdampak dapat melewati masa pemulihan dengan baik.

Sebelumnya
Selanjutnya

 Pasca 134 Santri Alami Gejala Mual dan Muntah, PMI Berikan Dukungan ke Ponpes Baiti Jannati

KOTA SUKABUMI — Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi memberikan dukungan kepada Pondok Pesantren Baiti Jannati, Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, pascakejadian yang menyebabkan 134 santri mengalami gejala mual, muntah-muntah dan sakit perut.

Dukungan tersebut diberikan melalui kegiatan silaturahmi dan pemberian dukungan pascakejadian pada Minggu (16/8/2026). Kehadiran PMI menjadi bagian dari upaya memberikan perhatian kepada para santri sekaligus memastikan proses pemulihan pascakejadian berjalan dengan baik.

Kejadian tersebut bermula saat para santri tengah mengikuti halaqah subuh. Sejumlah santri tiba-tiba mengalami mual dan muntah. Kondisi serupa kemudian dialami oleh santri lainnya hingga jumlah yang mengalami gejala mencapai 134 orang.

Para santri yang mengalami keluhan kemudian mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RSUD Al-Mulk dan RSUD Syamsudin atau RS Bunut.

Pimpinan Pondok Pesantren Baiti Jannati, Faid Fauzan, mengatakan kondisi para santri saat ini terus membaik. Sebagian besar santri bahkan telah kembali ke pondok dan mulai menjalankan aktivitas seperti biasa.

“Alhamdulillah, sebagian besar santri sudah pulang dan kembali berkegiatan di pondok, bahkan ikut perlombaan Agustusan. Informasi yang kami terima, hanya tiga orang yang masih dirawat di Rumah Sakit Bunut dan kondisinya membaik. Katanya hari ini dipulangkan,” ujar Faid.

Menurutnya, para santri yang telah kembali ke pondok diberikan kesempatan untuk beristirahat dan memulihkan kondisi. Sebagian santri lainnya juga sempat dijemput keluarga untuk menjalani pemulihan di rumah.

Sementara itu, terkait penyebab kejadian, hingga kini masih dalam proses pendalaman. Sampel makanan telah menjalani uji laboratorium di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan penyebab munculnya gejala secara bersamaan pada para santri. Termasuk untuk mengetahui kemungkinan keterkaitan dengan makanan yang dikonsumsi saat makan siang maupun makanan yang disiapkan dari dapur pesantren pada malam hari.

Dalam kunjungannya, PMI tidak hanya melakukan silaturahmi dengan pihak pesantren, tetapi juga menyerahkan sejumlah bantuan untuk mendukung kebutuhan para santri selama masa pemulihan.

Bantuan yang disalurkan PMI Kota Sukabumi terdiri dari 40 buah sarung, tiga boks hygiene kit, satu karton susu Lactogrow, serta satu karton sabun mandi.

Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan para santri sekaligus menjadi bagian dari perhatian PMI terhadap kondisi masyarakat pascakejadian.

Selain kebutuhan dasar, PMI juga memberikan perhatian terhadap aspek dukungan psikososial. Situasi ketika banyak santri mengalami keluhan kesehatan secara bersamaan dapat menimbulkan rasa khawatir dan kecemasan, baik bagi santri, pengasuh maupun pihak pesantren.

Karena itu, kehadiran PMI di tengah lingkungan pesantren diharapkan dapat memberikan rasa aman, membangun komunikasi, serta mendukung proses pemulihan para santri agar dapat kembali beraktivitas secara bertahap.

Faid Fauzan menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah memberikan perhatian dan dukungan kepada Pondok Pesantren Baiti Jannati setelah kejadian tersebut.

“Alhamdulillah, kami berterima kasih atas kepedulian dan perhatian dari berbagai pihak, termasuk PMI yang datang memberikan dukungan kepada kami,” katanya.

PMI Kota Sukabumi menegaskan bahwa respons kemanusiaan tidak hanya dilakukan ketika kondisi darurat berlangsung. Pendampingan dan perhatian setelah kejadian juga menjadi bagian penting untuk memastikan masyarakat terdampak dapat melewati masa pemulihan dengan baik.

Sebelumnya
Berikutnya
Scroll to Top