ChatGPT Image 20 Agu 2026, 20.27.17

Krisis Air Masih Dirasakan, PMI Kota Sukabumi Kembali Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Cibuntu

[atlasvoice]

KOTA SUKABUMI — Krisis air bersih masih dirasakan sejumlah warga di Kota Sukabumi di tengah kemarau yang berlangsung cukup panjang. Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat harus mengandalkan bantuan distribusi air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Situasi itu salah satunya dirasakan warga Kampung Cibuntu RW 01, Kelurahan Sindang Palay, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi. Pada Kamis (20/8/2026), warga kembali mendapatkan bantuan air bersih yang disalurkan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi bersama BPBD Kota Sukabumi.

Sebanyak 5.000 liter air bersih didistribusikan menggunakan mobil tangki. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi sekitar 120 kepala keluarga atau 500 jiwa yang terdampak keterbatasan akses air bersih.

Sejak siang, warga mulai berdatangan membawa berbagai wadah, mulai dari jeriken, galon hingga ember. Air yang diterima kemudian dibawa pulang untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga.

Bagi masyarakat yang terdampak, distribusi air bersih menjadi bantuan penting di tengah kondisi sumber air yang semakin terbatas. Air tersebut digunakan untuk berbagai keperluan, seperti memasak, mencuci, mandi serta kebutuhan rumah tangga lainnya.

Staf Pelayanan PMI Kota Sukabumi, Dinar Mochamad, mengatakan PMI terus melakukan respons permintaan yang datang  terhadap wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

“PMI dengan dukungan air PDAM terus melakukan distribusi air bersih ke wilayah-wilayah yang membutuhkan. Kami melakukan asesmen untuk melihat kondisi masyarakat dan kebutuhan air di lapangan, sehingga bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran,” ujar Dinar.

Menurutnya, penanganan krisis air bersih tidak hanya dilakukan melalui distribusi air. PMI juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan serta menggunakan air secara bijak selama kondisi kemarau berlangsung.

“Selain distribusi air, kami juga melakukan promosi kebersihan dan mengajak masyarakat untuk menghemat penggunaan air. Harapannya, bantuan yang diberikan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus menjaga kesehatan selama menghadapi kemarau,” katanya

PMI Kota Sukabumi memastikan upaya respons akan terus dilakukan dengan melihat perkembangan kondisi di lapangan. Koordinasi bersama berbagai pihak juga terus diperkuat agar masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih dapat segera mendapatkan bantuan. Dalam kegiatan tersebut, PMI Kota Sukabumi didampingi Tim Satgas BPBD Kota Sukabumi.

Distribusi air bersih ini menjadi bagian dari upaya kemanusiaan PMI dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kemarau. Di tengah keterbatasan sumber air, setiap liter yang diterima warga bukan sekadar bantuan, tetapi menjadi penopang bagi keberlangsungan aktivitas keluarga sehari-hari.

Sebelumnya
Selanjutnya

Krisis Air Masih Dirasakan, PMI Kota Sukabumi Kembali Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Cibuntu

KOTA SUKABUMI — Krisis air bersih masih dirasakan sejumlah warga di Kota Sukabumi di tengah kemarau yang berlangsung cukup panjang. Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat harus mengandalkan bantuan distribusi air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Situasi itu salah satunya dirasakan warga Kampung Cibuntu RW 01, Kelurahan Sindang Palay, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi. Pada Kamis (20/8/2026), warga kembali mendapatkan bantuan air bersih yang disalurkan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi bersama BPBD Kota Sukabumi.

Sebanyak 5.000 liter air bersih didistribusikan menggunakan mobil tangki. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi sekitar 120 kepala keluarga atau 500 jiwa yang terdampak keterbatasan akses air bersih.

Sejak siang, warga mulai berdatangan membawa berbagai wadah, mulai dari jeriken, galon hingga ember. Air yang diterima kemudian dibawa pulang untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga.

Bagi masyarakat yang terdampak, distribusi air bersih menjadi bantuan penting di tengah kondisi sumber air yang semakin terbatas. Air tersebut digunakan untuk berbagai keperluan, seperti memasak, mencuci, mandi serta kebutuhan rumah tangga lainnya.

Staf Pelayanan PMI Kota Sukabumi, Dinar Mochamad, mengatakan PMI terus melakukan respons permintaan yang datang  terhadap wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

“PMI dengan dukungan air PDAM terus melakukan distribusi air bersih ke wilayah-wilayah yang membutuhkan. Kami melakukan asesmen untuk melihat kondisi masyarakat dan kebutuhan air di lapangan, sehingga bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran,” ujar Dinar.

Menurutnya, penanganan krisis air bersih tidak hanya dilakukan melalui distribusi air. PMI juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan serta menggunakan air secara bijak selama kondisi kemarau berlangsung.

“Selain distribusi air, kami juga melakukan promosi kebersihan dan mengajak masyarakat untuk menghemat penggunaan air. Harapannya, bantuan yang diberikan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus menjaga kesehatan selama menghadapi kemarau,” katanya

PMI Kota Sukabumi memastikan upaya respons akan terus dilakukan dengan melihat perkembangan kondisi di lapangan. Koordinasi bersama berbagai pihak juga terus diperkuat agar masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih dapat segera mendapatkan bantuan. Dalam kegiatan tersebut, PMI Kota Sukabumi didampingi Tim Satgas BPBD Kota Sukabumi.

Distribusi air bersih ini menjadi bagian dari upaya kemanusiaan PMI dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kemarau. Di tengah keterbatasan sumber air, setiap liter yang diterima warga bukan sekadar bantuan, tetapi menjadi penopang bagi keberlangsungan aktivitas keluarga sehari-hari.

Sebelumnya
Berikutnya
Scroll to Top