KOTA SUKABUMI – Suasana khidmat menyelimuti kegiatan doa bersama anak-anak yatim piatu yang diadakan rutin setiap hari jum,at di minggu ke-tiga. ada hal yang berbeda dalam kesempatan doa bersama ini, anak anak turut menyuarakan kepedulian terhadap ancaman krisis iklim. Melalui pesan “Krisis Iklim Mengancam Masa Depan Kami!”, mereka menyampaikan harapan agar bumi tetap menjadi tempat yang aman dan layak bagi generasi mendatang.
Kegiatan doa bersama ini menjadi momentum untuk memanjatkan doa sekaligus mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap dampak perubahan iklim yang dapat mengancam kehidupan, keselamatan, dan masa depan anak-anak.

Pesan yang disampaikan anak-anak yatim piatu tersebut mengingatkan bahwa krisis iklim bukan hanya persoalan lingkungan, melainkan juga persoalan kemanusiaan. Banjir, kekeringan, cuaca ekstrem, dan berbagai bencana hidrometeorologi dapat berdampak pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk akses terhadap air bersih, kesehatan, dan pendidikan.
Selain krisis iklim, seruan “Hentikan Kejahatan Ekologis untuk Masa Depan Kami!” mengangkat pentingnya perlindungan lingkungan dari tindakan yang menyebabkan kerusakan ekosistem.
Kejahatan ekologis dapat mencakup berbagai tindakan melanggar hukum yang merusak lingkungan, seperti pembalakan liar, pertambangan ilegal, pencemaran lingkungan, dan perusakan ekosistem. Dampaknya dapat meluas, mulai dari hilangnya keanekaragaman hayati hingga meningkatnya risiko bencana dan terganggunya sumber penghidupan masyarakat.
Karena itu, perlindungan lingkungan membutuhkan komitmen bersama untuk mencegah kerusakan ekosistem, memperkuat pengawasan, menegakkan hukum, serta mendorong praktik pembangunan yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
Pesan yang disuarakan anak-anak tersebut menjadi ajakan moral agar kepentingan generasi mendatang tidak diabaikan dalam setiap keputusan yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya alam.
Kegiatan doa bersama ini juga menjadi ruang untuk menumbuhkan kesadaran bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Menghemat air dan energi, mengurangi sampah, menjaga kebersihan lingkungan, menanam dan merawat pohon, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana merupakan langkah yang dapat dilakukan bersama.

Bagi gerakan kemanusiaan, kepedulian terhadap krisis iklim dan kerusakan lingkungan merupakan bagian penting dari upaya melindungi masyarakat dan memperkuat ketangguhan menghadapi bencana. Edukasi lingkungan dan kesiapsiagaan perlu terus dikembangkan, termasuk dengan memberikan ruang kepada anak-anak untuk memahami risiko dan menyampaikan aspirasi mereka.
Melalui pesan-pesan tersebut, anak-anak yatim piatu mengajak masyarakat untuk melihat perlindungan bumi sebagai bagian dari tanggung jawab terhadap kehidupan manusia. Sebab, lingkungan yang rusak dapat memperbesar risiko bencana, sedangkan lingkungan yang terjaga menjadi salah satu fondasi bagi kehidupan yang lebih aman dan berkelanjutan.




