WhatsApp Image 2025 12 12 At 14.31.04

Cetak Relawan Kemanusiaan, KSR PMI Institut Madani Nusantara Gelar Diklatsar 2025

KOTA SUKABUMI- Unit Kegiatan Mahasiswa Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) Unit Institut Madani Nusantara (IMN) resmi menggelar Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Tahun 2025 sebagai langkah strategis dalam membentuk relawan muda yang kompeten, disiplin, dan siap mengabdi dalam misi-misi kemanusiaan.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari di kawasan Pondok Halimun ini diikuti oleh calon anggota KSR PMI yang menjalani berbagai rangkaian pelatihan fisik, mental, dan teknis untuk memperkuat kesiapsiagaan mereka dalam menghadapi kondisi darurat.

Sebelum keberangkatan, peserta calon KSR dilepas secara resmi oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut Madani Nusantara serta dihadiri Komandan Korps Sukarela (KSR) PMI Kota Sukabumi. Prosesi ini menjadi simbol dukungan penuh lembaga mahasiswa terhadap peran KSR PMI dalam membangun budaya kerelawanan di lingkungan kampus.

Ketua DEMA IMN, Hamdan Nurfalah, menyampaikan kebanggaannya kepada para peserta. “Kami mendukung penuh pelaksanaan Diklatsar ini. Semangat para peserta mencerminkan kepedulian yang tinggi terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Kami berharap mereka pulang dengan pengalaman berharga yang memperkuat karakter, kedisiplinan, dan kemampuan untuk memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Hamdan.

“Relawan adalah bagian dari nilai luhur kemanusiaan. Kami percaya, rekan-rekan calon KSR akan membawa nama baik kampus melalui tindakan-tindakan nyata di lapangan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Muhammad Ridwan, menjelaskan bahwa Diklatsar tahun ini dirancang lebih aplikatif dengan peningkatan porsi praktik lapangan. “Selama dua hari, peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga mengikuti berbagai praktik seperti longmarch, manajemen posko, serta penyusunan rencana operasi dalam simulasi Tanggap Darurat Bencana (TDB). Kami ingin membekali mereka dengan kemampuan nyata yang dibutuhkan dalam operasi kemanusiaan,” jelas Ridwan.

Dalam rangkaian kegiatan, peserta juga mendapatkan pembelajaran kepalangmerahan, pertolongan pertama, manajemen bencana, dinamika kelompok, serta beberapa skenario lapangan yang bertujuan mengasah kemampuan teknis, respons cepat, dan kerja sama tim.

Melalui kegiatan Diklatsar 2025, KSR PMI Unit Institut Madani Nusantara berharap dapat mencetak generasi relawan muda yang profesional, berintegritas, dan mampu menjadi garda terdepan dalam respons kemanusiaan.

Cetak Relawan Kemanusiaan, KSR PMI Institut Madani Nusantara Gelar Diklatsar 2025

KOTA SUKABUMI- Unit Kegiatan Mahasiswa Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) Unit Institut Madani Nusantara (IMN) resmi menggelar Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Tahun 2025 sebagai langkah strategis dalam membentuk relawan muda yang kompeten, disiplin, dan siap mengabdi dalam misi-misi kemanusiaan.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari di kawasan Pondok Halimun ini diikuti oleh calon anggota KSR PMI yang menjalani berbagai rangkaian pelatihan fisik, mental, dan teknis untuk memperkuat kesiapsiagaan mereka dalam menghadapi kondisi darurat.

Sebelum keberangkatan, peserta calon KSR dilepas secara resmi oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut Madani Nusantara serta dihadiri Komandan Korps Sukarela (KSR) PMI Kota Sukabumi. Prosesi ini menjadi simbol dukungan penuh lembaga mahasiswa terhadap peran KSR PMI dalam membangun budaya kerelawanan di lingkungan kampus.

Ketua DEMA IMN, Hamdan Nurfalah, menyampaikan kebanggaannya kepada para peserta. “Kami mendukung penuh pelaksanaan Diklatsar ini. Semangat para peserta mencerminkan kepedulian yang tinggi terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Kami berharap mereka pulang dengan pengalaman berharga yang memperkuat karakter, kedisiplinan, dan kemampuan untuk memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Hamdan.

“Relawan adalah bagian dari nilai luhur kemanusiaan. Kami percaya, rekan-rekan calon KSR akan membawa nama baik kampus melalui tindakan-tindakan nyata di lapangan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Muhammad Ridwan, menjelaskan bahwa Diklatsar tahun ini dirancang lebih aplikatif dengan peningkatan porsi praktik lapangan. “Selama dua hari, peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga mengikuti berbagai praktik seperti longmarch, manajemen posko, serta penyusunan rencana operasi dalam simulasi Tanggap Darurat Bencana (TDB). Kami ingin membekali mereka dengan kemampuan nyata yang dibutuhkan dalam operasi kemanusiaan,” jelas Ridwan.

Dalam rangkaian kegiatan, peserta juga mendapatkan pembelajaran kepalangmerahan, pertolongan pertama, manajemen bencana, dinamika kelompok, serta beberapa skenario lapangan yang bertujuan mengasah kemampuan teknis, respons cepat, dan kerja sama tim.

Melalui kegiatan Diklatsar 2025, KSR PMI Unit Institut Madani Nusantara berharap dapat mencetak generasi relawan muda yang profesional, berintegritas, dan mampu menjadi garda terdepan dalam respons kemanusiaan.

Scroll to Top