WhatsApp Image 2026 03 15 At 15.08.21

Gempa M 4,1 Guncang Sukabumi, Satu Rumah Warga di Baros Terdampak

SUKABUMI — Gempa bumi berkekuatan 4,1 magnitudo mengguncang wilayah Sukabumi pada Minggu, 15 Maret 2026 sekitar pukul 00.36 WIB. Guncangan tersebut sempat dirasakan warga di sejumlah wilayah Kota Sukabumi dan sekitarnya.

Berdasarkan rilis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di darat sekitar 8 kilometer tenggara Kota Sukabumi. Gempa tercatat terjadi pada koordinat 6.97 Lintang Selatan (LS) dan 106.98 Bujur Timur (BT).

 Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto, menjelaskan bahwa gempa tersebut merupakan jenis gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas Sesar Cimandiri. Pusat gempa berada di darat dengan kedalaman sekitar 5 hingga 10 kilometer, dengan titik episentrum diduga berada di antara Desa Karangjaya dan Desa Buniwangi di wilayah Kecamatan Gegerbitung, kemudian bergerak ke arah timur menuju perbatasan Kabupaten Cianjur.

Dampak dari guncangan tersebut dilaporkan menyebabkan sebagian atap rumah warga roboh di wilayah RT 03 RW 04, Kelurahan Baros, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi. Rumah yang terdampak diketahui milik pasangan suami istri, yaitu Ece Suherman dan Lusi Rismiyati. Selain itu, beberapa bagian dinding rumah juga mengalami retak-retak akibat getaran gempa.

Ketua PMI Kecamatan Baros, Ade Maryono, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kerusakan yang terjadi terutama pada bagian atap rumah yang ambruk serta dinding rumah warga yang mengalami retak-retak. Ia juga menyampaikan apresiasi atas respon cepat PMI Kota Sukabumi dalam membantu penanganan di lokasi kejadian.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Namun memang ada kerusakan pada bagian atap rumah warga yang roboh serta beberapa dinding rumah yang mengalami retak-retak. Kami mengucapkan terima kasih kepada PMI Kota Sukabumi yang telah merespon cepat dan memberikan bantuan kepada warga terdampak,” ujarnya.

Menanggapi kejadian tersebut, relawan dari Palang Merah Indonesia Kota Sukabumi bersama PMI Kecamatan Baros melakukan asesmen lapangan untuk memastikan kondisi warga terdampak. PMI juga menyalurkan bantuan kedaruratan berupa terpal, paket hygiene kit, dan mie instan guna membantu kebutuhan dasar keluarga terdampak serta meringankan beban mereka pasca kejadian.

PMI Kota Sukabumi bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan situasi serta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mningkatkan upaya kesiapsiagaan di setiap wilayah.

Gempa M 4,1 Guncang Sukabumi, Satu Rumah Warga di Baros Terdampak

SUKABUMI — Gempa bumi berkekuatan 4,1 magnitudo mengguncang wilayah Sukabumi pada Minggu, 15 Maret 2026 sekitar pukul 00.36 WIB. Guncangan tersebut sempat dirasakan warga di sejumlah wilayah Kota Sukabumi dan sekitarnya.

Berdasarkan rilis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di darat sekitar 8 kilometer tenggara Kota Sukabumi. Gempa tercatat terjadi pada koordinat 6.97 Lintang Selatan (LS) dan 106.98 Bujur Timur (BT).

 Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto, menjelaskan bahwa gempa tersebut merupakan jenis gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas Sesar Cimandiri. Pusat gempa berada di darat dengan kedalaman sekitar 5 hingga 10 kilometer, dengan titik episentrum diduga berada di antara Desa Karangjaya dan Desa Buniwangi di wilayah Kecamatan Gegerbitung, kemudian bergerak ke arah timur menuju perbatasan Kabupaten Cianjur.

Dampak dari guncangan tersebut dilaporkan menyebabkan sebagian atap rumah warga roboh di wilayah RT 03 RW 04, Kelurahan Baros, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi. Rumah yang terdampak diketahui milik pasangan suami istri, yaitu Ece Suherman dan Lusi Rismiyati. Selain itu, beberapa bagian dinding rumah juga mengalami retak-retak akibat getaran gempa.

Ketua PMI Kecamatan Baros, Ade Maryono, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kerusakan yang terjadi terutama pada bagian atap rumah yang ambruk serta dinding rumah warga yang mengalami retak-retak. Ia juga menyampaikan apresiasi atas respon cepat PMI Kota Sukabumi dalam membantu penanganan di lokasi kejadian.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Namun memang ada kerusakan pada bagian atap rumah warga yang roboh serta beberapa dinding rumah yang mengalami retak-retak. Kami mengucapkan terima kasih kepada PMI Kota Sukabumi yang telah merespon cepat dan memberikan bantuan kepada warga terdampak,” ujarnya.

Menanggapi kejadian tersebut, relawan dari Palang Merah Indonesia Kota Sukabumi bersama PMI Kecamatan Baros melakukan asesmen lapangan untuk memastikan kondisi warga terdampak. PMI juga menyalurkan bantuan kedaruratan berupa terpal, paket hygiene kit, dan mie instan guna membantu kebutuhan dasar keluarga terdampak serta meringankan beban mereka pasca kejadian.

PMI Kota Sukabumi bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan situasi serta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mningkatkan upaya kesiapsiagaan di setiap wilayah.

Scroll to Top