WhatsApp Image 2026 08 07 At 15.03.41

Jumat Berkah, Ketika Sedekah Air Membawa Berkah bagi Masyarakat, Pahala Mengalir Bersama Setiap Tetes Air

[atlasvoice]

KOTA SUKABUMI – Di tengah kemarau yang membuat sebagian warga Kota Sukabumi kesulitan memperoleh air bersih, Jumat menjadi momentum untuk berbagi. Bukan sekadar berbagi materi, kali ini kebaikan diwujudkan dalam bentuk sedekah air bagi masyarakat yang membutuhkan.

Pada Jumat (7/8/2026), Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi bersama PMI Kecamatan Cibeureum kembali mendistribusikan air bersih kepada warga di RW 07 dan RW 02, Kelurahan Cibeureum Hilir, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi.

Sejak pagi, warga mulai berdatangan membawa galon, ember, jeriken, dan berbagai wadah penampungan air. Mereka mengantre untuk mendapatkan pasokan air yang akan digunakan memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga.

Bagi warga yang sumber airnya mulai terbatas, air bersih bukan lagi sekadar kebutuhan biasa. Setiap galon yang terisi berarti tambahan persediaan untuk minum, memasak, mencuci, mandi, hingga kebutuhan sanitasi.

Distribusi kali ini menyasar sedikitnya 360 kepala keluarga, terdiri atas 230 KK di RW 07 yang meliputi RT 01, RT 02 dan RT 03, serta 130 KK di RW 02 yang meliputi RT 03, RT 04 dan RT 05.

Staf Pelayanan PMI Kota Sukabumi, Dinar Mochamad, mengatakan PMI terus meningkatkan respons terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan. Hingga Jumat (7/8/2026), total air bersih yang telah didistribusikan PMI Kota Sukabumi mencapai sekitar 80.000 liter.

“Sampai hari ini, total air bersih yang sudah didistribusikan PMI Kota Sukabumi bersama PDAM mencapai sekitar 80.000 liter. Distribusi ini akan terus kami lakukan berdasarkan hasil asesmen dan kebutuhan masyarakat di lapangan,” ujar Dinar.

Menurutnya, distribusi air bersih tidak hanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga dibarengi dengan edukasi agar warga dapat menghemat penggunaan air selama musim kemarau.

“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat. Air yang kami distribusikan diprioritaskan untuk kebutuhan dasar. Karena itu, masyarakat juga kami imbau menggunakan air secara hemat dan menjaga kebersihan tempat penyimpanan,” katanya.

PMI Kota Sukabumi juga terus melakukan asesmen terhadap wilayah lain yang berpotensi mengalami krisis air bersih. Hasil asesmen tersebut menjadi dasar dalam menentukan lokasi prioritas distribusi berikutnya.

Bagi PMI, distribusi air bersih bukan hanya bagian dari respons kemanusiaan, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.

Di hari Jumat, ketika banyak orang berlomba melakukan kebaikan, berbagi air menjadi salah satu bentuk sedekah yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.

Tangki air yang datang ke lingkungan warga kemudian berubah menjadi tempat berbagi. Galon dan jeriken yang sebelumnya kosong perlahan terisi. Air yang mengalir dari selang menjadi bekal bagi keluarga untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Setiap tetes air yang sampai ke tangan warga menjadi manfaat. Setiap galon yang terisi menjadi bentuk kepedulian. Dan setiap kebaikan yang diberikan dengan tulus diharapkan menjadi amal serta pahala bagi mereka yang berbagi.

Di sisi lain, PMI juga memberikan promosi kebersihan atau hygiene promotion kepada masyarakat. Edukasi tersebut meliputi pentingnya menjaga kebersihan wadah penampungan, menggunakan air secara bijak, serta tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat meski berada dalam kondisi keterbatasan air.

Kondisi kemarau yang masih berlangsung membuat kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah Kota Sukabumi tetap menjadi perhatian. Karena itu, PMI memastikan respons kemanusiaan tidak berhenti pada satu kali distribusi.

PMI akan terus melakukan pemantauan, asesmen, dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, PDAM, PMI Kecamatan, SIBAT serta unsur kewilayahan untuk memperluas jangkauan bantuan apabila ditemukan wilayah lain yang membutuhkan.

Bagi warga Cibeureum Hilir, kedatangan mobil tangki pada Jumat pagi bukan hanya tentang mendapatkan air. Ada rasa lega ketika galon dan jeriken mulai terisi. Ada harapan ketika kebutuhan dasar keluarga dapat kembali terpenuhi.

Sebab di tengah kemarau, air adalah kehidupan. Dan ketika air dibagikan kepada mereka yang membutuhkan, yang mengalir bukan hanya air bersih, tetapi juga kepedulian, kemanusiaan, dan harapan.

Untuk memastikan pelayanan berjalan baik, PMI Kota Sukabumi juga membuka saluran umpan balik masyarakat terkait operasi distribusi air bersih. Masyarakat dapat menyampaikan kebutuhan, laporan wilayah terdampak, kritik maupun saran melalui Hotline PMI Kota Sukabumi di 0858-6460-7954 atau melalui kanal media sosial resmi PMI Kota Sukabumi.

Jumat berkah bukan sekadar tentang apa yang diberikan, tetapi tentang seberapa besar manfaat yang dirasakan. Di tengah krisis air bersih, satu tetes mungkin terlihat kecil, tetapi ketika dikumpulkan bersama kepedulian banyak orang, ia mampu menjadi harapan bagi kehidupan.

Sebelumnya
Selanjutnya

Jumat Berkah, Ketika Sedekah Air Membawa Berkah bagi Masyarakat, Pahala Mengalir Bersama Setiap Tetes Air

KOTA SUKABUMI – Di tengah kemarau yang membuat sebagian warga Kota Sukabumi kesulitan memperoleh air bersih, Jumat menjadi momentum untuk berbagi. Bukan sekadar berbagi materi, kali ini kebaikan diwujudkan dalam bentuk sedekah air bagi masyarakat yang membutuhkan.

Pada Jumat (7/8/2026), Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi bersama PMI Kecamatan Cibeureum kembali mendistribusikan air bersih kepada warga di RW 07 dan RW 02, Kelurahan Cibeureum Hilir, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi.

Sejak pagi, warga mulai berdatangan membawa galon, ember, jeriken, dan berbagai wadah penampungan air. Mereka mengantre untuk mendapatkan pasokan air yang akan digunakan memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga.

Bagi warga yang sumber airnya mulai terbatas, air bersih bukan lagi sekadar kebutuhan biasa. Setiap galon yang terisi berarti tambahan persediaan untuk minum, memasak, mencuci, mandi, hingga kebutuhan sanitasi.

Distribusi kali ini menyasar sedikitnya 360 kepala keluarga, terdiri atas 230 KK di RW 07 yang meliputi RT 01, RT 02 dan RT 03, serta 130 KK di RW 02 yang meliputi RT 03, RT 04 dan RT 05.

Staf Pelayanan PMI Kota Sukabumi, Dinar Mochamad, mengatakan PMI terus meningkatkan respons terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan. Hingga Jumat (7/8/2026), total air bersih yang telah didistribusikan PMI Kota Sukabumi mencapai sekitar 80.000 liter.

“Sampai hari ini, total air bersih yang sudah didistribusikan PMI Kota Sukabumi bersama PDAM mencapai sekitar 80.000 liter. Distribusi ini akan terus kami lakukan berdasarkan hasil asesmen dan kebutuhan masyarakat di lapangan,” ujar Dinar.

Menurutnya, distribusi air bersih tidak hanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga dibarengi dengan edukasi agar warga dapat menghemat penggunaan air selama musim kemarau.

“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat. Air yang kami distribusikan diprioritaskan untuk kebutuhan dasar. Karena itu, masyarakat juga kami imbau menggunakan air secara hemat dan menjaga kebersihan tempat penyimpanan,” katanya.

PMI Kota Sukabumi juga terus melakukan asesmen terhadap wilayah lain yang berpotensi mengalami krisis air bersih. Hasil asesmen tersebut menjadi dasar dalam menentukan lokasi prioritas distribusi berikutnya.

Bagi PMI, distribusi air bersih bukan hanya bagian dari respons kemanusiaan, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.

Di hari Jumat, ketika banyak orang berlomba melakukan kebaikan, berbagi air menjadi salah satu bentuk sedekah yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.

Tangki air yang datang ke lingkungan warga kemudian berubah menjadi tempat berbagi. Galon dan jeriken yang sebelumnya kosong perlahan terisi. Air yang mengalir dari selang menjadi bekal bagi keluarga untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Setiap tetes air yang sampai ke tangan warga menjadi manfaat. Setiap galon yang terisi menjadi bentuk kepedulian. Dan setiap kebaikan yang diberikan dengan tulus diharapkan menjadi amal serta pahala bagi mereka yang berbagi.

Di sisi lain, PMI juga memberikan promosi kebersihan atau hygiene promotion kepada masyarakat. Edukasi tersebut meliputi pentingnya menjaga kebersihan wadah penampungan, menggunakan air secara bijak, serta tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat meski berada dalam kondisi keterbatasan air.

Kondisi kemarau yang masih berlangsung membuat kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah Kota Sukabumi tetap menjadi perhatian. Karena itu, PMI memastikan respons kemanusiaan tidak berhenti pada satu kali distribusi.

PMI akan terus melakukan pemantauan, asesmen, dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, PDAM, PMI Kecamatan, SIBAT serta unsur kewilayahan untuk memperluas jangkauan bantuan apabila ditemukan wilayah lain yang membutuhkan.

Bagi warga Cibeureum Hilir, kedatangan mobil tangki pada Jumat pagi bukan hanya tentang mendapatkan air. Ada rasa lega ketika galon dan jeriken mulai terisi. Ada harapan ketika kebutuhan dasar keluarga dapat kembali terpenuhi.

Sebab di tengah kemarau, air adalah kehidupan. Dan ketika air dibagikan kepada mereka yang membutuhkan, yang mengalir bukan hanya air bersih, tetapi juga kepedulian, kemanusiaan, dan harapan.

Untuk memastikan pelayanan berjalan baik, PMI Kota Sukabumi juga membuka saluran umpan balik masyarakat terkait operasi distribusi air bersih. Masyarakat dapat menyampaikan kebutuhan, laporan wilayah terdampak, kritik maupun saran melalui Hotline PMI Kota Sukabumi di 0858-6460-7954 atau melalui kanal media sosial resmi PMI Kota Sukabumi.

Jumat berkah bukan sekadar tentang apa yang diberikan, tetapi tentang seberapa besar manfaat yang dirasakan. Di tengah krisis air bersih, satu tetes mungkin terlihat kecil, tetapi ketika dikumpulkan bersama kepedulian banyak orang, ia mampu menjadi harapan bagi kehidupan.

Sebelumnya
Berikutnya
Scroll to Top