WhatsApp Image 2025 10 23 At 17.44.09

Kota Sukabumi Jadi Daerah Pertama di Indonesia Riset Open River Cam Mitigasi Banjir!

Kota Sukabumi menjadi yang pertama di Indonesia mendapatkan kepercayaan sebagai lokasi pilot riset Open River Cam (ORC). Sebuah inovasi riset pemantauan sungai berbasis kamera yang dikembangkan untuk memperkuat sistem peringatan dini bencana banjir kedepannya.

Hal tersebut mengemuka saat Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menerima audiensi rombongan PMI Pusat dan Palang Merah Amerika (Amcross) di Ruang Utama Balai Kota Sukabumi, Kamis (23/10/2025). Dalam momen tersebut hadir pula Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, Asisten Daerah Bidang Administrasi Umum,  pengurus PMI Kota Sukabumi, dan UPTD Cisadea Cibareno Dinas SDA Provinsi Jabar, BPBD dan DPUTR Kota Sukabumi.

Kota Sukabumi menjadi lokasi pertama di Indonesia yang terlibat dalam riset Open River Cam, sekaligus menjadi bagian dari jaringan penelitian internasional di Afrika dan Asia yang mengembangkan sistem mitigasi bencana berbasis data dan teknologi.

Dalam sambutannya, Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Sukabumi sebagai lokasi riset perdana Open River Cam di Indonesia.

“Kami menyambut sangat baik kedatangan PMI Pusat dan Palang Merah Amerika. Sukabumi menjadi kota pertama yang menjalankan pilot proyek ORC . Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat kesiapsiagaan daerah terhadap bencana,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Palang Merah Amerika, Muchrizal Harris Ritonga, selaku Country Representative American Red Cross untuk Delegasi Indonesia, menjelaskan bahwa Riset ORC merupakan bagian dari inisiatif global yang juga dijalankan di beberapa negara di Afrika dan Asia.

“Open River Cam dikembangkan untuk memantau kondisi sungai menggunakan kamera sederhana yang merekam video pendek setiap beberapa menit. Data ini kemudian dianalisis secara otomatis untuk memperkirakan kecepatan air, kedalaman, dan perubahan arus sungai. Hasilnya dapat membantu rekomendasi sistem peringatan dini banjir serta perencanaan tanggap darurat,” jelasnya.

Muchrizal Harris menambahkan, riset ini akan berlangsung selama enam bulan dengan pemasangan perangkat disalahsatu titik percontohan sungai di Kota Sukabumi. Dalam pelaksanannya nanti PMI akan berkolaborasi dengan akademisi dengan menggandeng dari IPB University. Pilot riset ini bukan hanya soal penerapan teknologi, tetapi juga tentang membangun ekosistem kesiapsiagaan masyarakat yang berbasis pengetahuan dan kolaborasi.

“Data akan dikirim secara real time untuk dianalisis, sehingga dapat memberikan rekomendasi teknis dalam penanganan bencana. Sukabumi dipilih karena memiliki komitmen kuat dari pemerintah daerah dan kesiapan PMI di lapangan,” ujarnya.  la menambahkan, hasil riset ini diharapkan dapat digunakan tidak hanya oleh PMI, tetapi juga oleh pemerintah daerah, stakeholder, akademisi dan lembaga kebencanaan lainnya dalam mengambil keputusan cepat berbasis data lapangan.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menyampaikan bahwa Pilot ORC sejalan dengan arah transformasi digital Pemerintah Kota Sukabumi.

“Program ini sangat baik karena dapat membantu memetakan wilayah rawan banjir dan menjadi acuan dalam pengembangan sistem deteksi dini. Dengan pemanfaatan webcam dan perangkat teknologi lainnya, data yang dikumpulkan dapat digunakan untuk pengambilan keputusan cepat dan tepat,” kata Bobby. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga sinergi lintas lembaga agar hasil riset ini berkelanjutan.

“Kolaborasi antara PMI, Palang Merah Amerika, dan Pemerintah Kota harus terus diperkuat agar hasilnya dapat menjadi model nasional bagi kota lain,” tegasnya.

Kegiatan audiensi ini menandai langkah awal Kota Sukabumi dalam memanfaatkan teknologi berbasis data untuk mendukung ketangguhan daerah terhadap bencana alam, khususnya banjir.

Dengan keterlibatan langsung dari PMI dan mitra internasional, diharapkan hasil penelitian Open River Cam dapat menjadi dasar pengembangan kebijakan dan inovasi mitigasi bencana di masa depan.

Kepala Sub Pengurangan Risiko Bencana (PRB) mewakili Markas PMI Pusat, Dewi Ariyani menerangkan, riset Open River Cam merupakan bagian dari kerja sama kemanusiaan antara PMI dan Palang Merah Amerika. Melalui teknologi kamera sungai yang merekam dan mengirimkan data secara real time, sistem ini diharapkan kedepannya mampu mendukung deteksi dini terhadap potensi banjir.

"Kami memilih Kota Sukabumi karena memiliki karakteristik wilayah yang representatif dan semangat kesiapsiagaan yang kuat, baik dari PMI maupun pemerintah daerah serta jejaring dengan mitra stakholder termasuk salahsatunya PMI Kota Sukabumi sudah mempunyai kerjasama terkait penelitian dan kajian dengan civitas akademisi seperti halnya  dengan Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University,'' imbuh Dewi. Riset pertama dilakukan PMI ini sehingga diharapkan menjadi model yang bisa direplikasi di daerah lain.

Sementara itu Ketua PMI Kota Sukabumi Suranto Sumowiryo menambahkan, pihaknya siap mendukung penuh pelaksanaan riset di lapangan serta memperkuat jejaring di lapangan. "Kami berkomitmen menjadi bagian aktif dari upaya pengurangan risiko Bencana melalui edukasi, kesiapsiagaan, dan penerapan inovasi teknologi," ujarnya.

Kami juga berharap melalui Pilot Riset ini dapat memberikan pembelajaran dan inspirasi bagi para relawan kami di lapangan, agar terus berinovasi dalam pelayanan kemanusiaan.

 

Kota Sukabumi Jadi Daerah Pertama di Indonesia Riset Open River Cam Mitigasi Banjir!

Kota Sukabumi menjadi yang pertama di Indonesia mendapatkan kepercayaan sebagai lokasi pilot riset Open River Cam (ORC). Sebuah inovasi riset pemantauan sungai berbasis kamera yang dikembangkan untuk memperkuat sistem peringatan dini bencana banjir kedepannya.

Hal tersebut mengemuka saat Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menerima audiensi rombongan PMI Pusat dan Palang Merah Amerika (Amcross) di Ruang Utama Balai Kota Sukabumi, Kamis (23/10/2025). Dalam momen tersebut hadir pula Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, Asisten Daerah Bidang Administrasi Umum,  pengurus PMI Kota Sukabumi, dan UPTD Cisadea Cibareno Dinas SDA Provinsi Jabar, BPBD dan DPUTR Kota Sukabumi.

Kota Sukabumi menjadi lokasi pertama di Indonesia yang terlibat dalam riset Open River Cam, sekaligus menjadi bagian dari jaringan penelitian internasional di Afrika dan Asia yang mengembangkan sistem mitigasi bencana berbasis data dan teknologi.

Dalam sambutannya, Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Sukabumi sebagai lokasi riset perdana Open River Cam di Indonesia.

“Kami menyambut sangat baik kedatangan PMI Pusat dan Palang Merah Amerika. Sukabumi menjadi kota pertama yang menjalankan pilot proyek ORC . Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat kesiapsiagaan daerah terhadap bencana,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Palang Merah Amerika, Muchrizal Harris Ritonga, selaku Country Representative American Red Cross untuk Delegasi Indonesia, menjelaskan bahwa Riset ORC merupakan bagian dari inisiatif global yang juga dijalankan di beberapa negara di Afrika dan Asia.

“Open River Cam dikembangkan untuk memantau kondisi sungai menggunakan kamera sederhana yang merekam video pendek setiap beberapa menit. Data ini kemudian dianalisis secara otomatis untuk memperkirakan kecepatan air, kedalaman, dan perubahan arus sungai. Hasilnya dapat membantu rekomendasi sistem peringatan dini banjir serta perencanaan tanggap darurat,” jelasnya.

Muchrizal Harris menambahkan, riset ini akan berlangsung selama enam bulan dengan pemasangan perangkat disalahsatu titik percontohan sungai di Kota Sukabumi. Dalam pelaksanannya nanti PMI akan berkolaborasi dengan akademisi dengan menggandeng dari IPB University. Pilot riset ini bukan hanya soal penerapan teknologi, tetapi juga tentang membangun ekosistem kesiapsiagaan masyarakat yang berbasis pengetahuan dan kolaborasi.

“Data akan dikirim secara real time untuk dianalisis, sehingga dapat memberikan rekomendasi teknis dalam penanganan bencana. Sukabumi dipilih karena memiliki komitmen kuat dari pemerintah daerah dan kesiapan PMI di lapangan,” ujarnya.  la menambahkan, hasil riset ini diharapkan dapat digunakan tidak hanya oleh PMI, tetapi juga oleh pemerintah daerah, stakeholder, akademisi dan lembaga kebencanaan lainnya dalam mengambil keputusan cepat berbasis data lapangan.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menyampaikan bahwa Pilot ORC sejalan dengan arah transformasi digital Pemerintah Kota Sukabumi.

“Program ini sangat baik karena dapat membantu memetakan wilayah rawan banjir dan menjadi acuan dalam pengembangan sistem deteksi dini. Dengan pemanfaatan webcam dan perangkat teknologi lainnya, data yang dikumpulkan dapat digunakan untuk pengambilan keputusan cepat dan tepat,” kata Bobby. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga sinergi lintas lembaga agar hasil riset ini berkelanjutan.

“Kolaborasi antara PMI, Palang Merah Amerika, dan Pemerintah Kota harus terus diperkuat agar hasilnya dapat menjadi model nasional bagi kota lain,” tegasnya.

Kegiatan audiensi ini menandai langkah awal Kota Sukabumi dalam memanfaatkan teknologi berbasis data untuk mendukung ketangguhan daerah terhadap bencana alam, khususnya banjir.

Dengan keterlibatan langsung dari PMI dan mitra internasional, diharapkan hasil penelitian Open River Cam dapat menjadi dasar pengembangan kebijakan dan inovasi mitigasi bencana di masa depan.

Kepala Sub Pengurangan Risiko Bencana (PRB) mewakili Markas PMI Pusat, Dewi Ariyani menerangkan, riset Open River Cam merupakan bagian dari kerja sama kemanusiaan antara PMI dan Palang Merah Amerika. Melalui teknologi kamera sungai yang merekam dan mengirimkan data secara real time, sistem ini diharapkan kedepannya mampu mendukung deteksi dini terhadap potensi banjir.

“Kami memilih Kota Sukabumi karena memiliki karakteristik wilayah yang representatif dan semangat kesiapsiagaan yang kuat, baik dari PMI maupun pemerintah daerah serta jejaring dengan mitra stakholder termasuk salahsatunya PMI Kota Sukabumi sudah mempunyai kerjasama terkait penelitian dan kajian dengan civitas akademisi seperti halnya  dengan Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University,” imbuh Dewi. Riset pertama dilakukan PMI ini sehingga diharapkan menjadi model yang bisa direplikasi di daerah lain.

Sementara itu Ketua PMI Kota Sukabumi Suranto Sumowiryo menambahkan, pihaknya siap mendukung penuh pelaksanaan riset di lapangan serta memperkuat jejaring di lapangan. “Kami berkomitmen menjadi bagian aktif dari upaya pengurangan risiko Bencana melalui edukasi, kesiapsiagaan, dan penerapan inovasi teknologi,” ujarnya.

Kami juga berharap melalui Pilot Riset ini dapat memberikan pembelajaran dan inspirasi bagi para relawan kami di lapangan, agar terus berinovasi dalam pelayanan kemanusiaan.

 

Scroll to Top