KOTA SUKABUMI– Semangat kepedulian dan edukasi kebencanaan mewarnai kegiatan Ngaji Mitigasi dalam rangkaian Pesantren Kilat Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang digelar bagi anak yatim piatu di Yayasan Lentera Qolbu Amanah, Sindangsari, Kecamatan Lembursitu. Kegiatan ini digelar PMI Kota Sukabumi Bersama Sehati Gerak Bersama mulai pukul 16.00 WIB hingga waktu berbuka puasa.
Kegiatan bertajuk “Pesantren Kilat PRB Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Pesantren” ini bertujuan membekali anak-anak dengan pemahaman dasar tentang kesiapsiagaan bencana, sekaligus menanamkan nilai kepedulian dan kemandirian sejak dini.

Dalam sesi materi, peserta mendapatkan pembekalan tentang Pengurangan Risiko Bencana (PRB), termasuk analisa sederhana BKRK (Bahaya, kerentanan, Risiko, Kapasita) serta praktik pembuatan denah jalur evakuasi di lingkungan yayasan. Anak-anak diajak mengenali potensi risiko di sekitar tempat tinggalnya dan memahami langkah penyelamatan diri saat terjadi situasi darurat.
Selain itu, disampaikan pula materi Pertolongan Pertama dan teknik evakuasi sederhana. Melalui simulasi ringan dan praktik langsung, peserta belajar bagaimana memberikan bantuan awal kepada teman serta cara menyelamatkan diri dengan aman dan tertib.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Anak-anak tampak aktif bertanya dan mengikuti arahan saat praktik pembuatan jalur evakuasi maupun simulasi pertolongan pertama.
Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya kesiapsiagaan bencana bagi kelompok rentan, termasuk anak-anak yatim piatu. Dalam situasi darurat, kelompok rentan seringkali menghadapi risiko lebih besar karena keterbatasan akses informasi, perlindungan, maupun pendampingan. Oleh karena itu, edukasi mitigasi sejak dini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas diri, meningkatkan rasa percaya diri, serta mengurangi potensi dampak buruk ketika bencana terjadi.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan buka puasa bersama, menghadirkan kebersamaan yang hangat dan penuh makna di bulan suci. Momentum ini menjadi penguat bahwa edukasi kebencanaan dapat dikemas secara humanis, religius, dan menyenangkan.
Melalui Ngaji Mitigasi ini, diharapkan anak-anak yatim piatu tidak hanya mendapatkan penguatan spiritual, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan keterampilan dasar untuk siaga serta mampu menyiapkan diri menghadapi potensi bencana di lingkungan mereka.




