KOTA SUKABUMI- Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi resmi menandatangani kerja sama dengan Yayasan Sakawarga Indonesia dalam rangka pelaksanaan program ketangguhan masyarakat berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Penandatanganan kerja sama ini dilaksanakan di Markas PMI Kota Sukabumi, Selasa (27/1/2026).
Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kesiapsiagaan dan ketangguhan masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki potensi risiko bencana. Program ini mengintegrasikan pendekatan kemanusiaan PMI dengan pemanfaatan teknologi, konektivitas, serta kearifan lokal sebagai fondasi penguatan kapasitas komunitas.

Ketua PMI Kota Sukabumi, Suranto Sumowiryo dalam sambutannya menyampaikan bahwa PMI Kota Sukabumi memiliki pengalaman panjang dalam pelaksanaan berbagai program kesiapsiagaan dan Pengurangan Risiko bencana berbasis masyarakat. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam mengimplementasikan program ketangguhan masyarakat berbasis AI secara kontekstual dan tepat guna.
“PMI Kota Sukabumi selama ini aktif menjalankan program kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat. Berbekal pengalaman tersebut, kami siap berperan aktif dalam memastikan program ini benar-benar menjawab kebutuhan warga dan dapat diterapkan di tingkat komunitas,” ujar Suranto.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi, termasuk AI, harus diposisikan sebagai alat pendukung yang memperkuat peran masyarakat, bukan menggantikannya. Oleh karena itu, integrasi teknologi dalam program ini akan tetap mengedepankan partisipasi warga dan nilai-nilai kemanusiaan.
Direktur Yayasan Sakawarga Indonesia, Alfan Kasdar, menjelaskan bahwa kerja sama ini bertujuan membangun kerangka kolaborasi yang jelas dan saling melengkapi antarpara pihak, sekaligus menjadi pondasi awal bagi pengembangan program ke depan melalui pendekatan co-design berbasis AI.
“Dalam pengembangan E-CBAT, PMI Pusat berperan sebagai lead sector untuk memastikan seluruh pendekatan, metodologi, dan materi selaras dengan mandat kemanusiaan dan praktik terbaik kebencanaan. Proses pengembangannya dilakukan secara partisipatif, berbasis kebutuhan lapangan, serta mengedepankan akuntabilitas dan pembelajaran bersama,” ujarnya.

Alfan menambahkan bahwa seluruh konten dan sistem E-CBAT akan memenuhi standar nasional, berlandaskan prinsip perlindungan, keselamatan, dan etika kemanusiaan, serta aman dan mudah dipahami oleh masyarakat luas. Saat ini, Yayasan Sakawarga Indonesia juga bermitra dengan MilkyWire, sebuah impact firm yang berkantor di Stockholm, Swedia, yang berpengalaman lebih dari tujuh tahun dalam menghubungkan komitmen terhadap isu iklim dan alam dengan aksi nyata di lapangan.
Kegiatan penandatanganan kerja sama ini turut dihadiri secara daring oleh Kepala Markas PMI Pusat, Arifin Muh Hadi, yang memberikan sambutan sekaligus apresiasi atas inisiatif PMI Kota Sukabumi dalam membangun kolaborasi lintas sektor untuk penguatan ketangguhan masyarakat.

“PMI Pusat siap mendukung penuh pelaksanaan program ini. Kami akan mengawal implementasinya serta berkontribusi melalui dukungan sumber daya manusia dari pusat, termasuk penyediaan knowledge base dalam pengembangan proses co-design berbasis AI,” ujar Arifin.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor seperti ini menjadi model penting dalam memperkuat kapasitas masyarakat menghadapi risiko bencana, sekaligus memastikan pemanfaatan teknologi tetap berada dalam koridor kemanusiaan, etika, dan keselamatan.
Dengan terjalinnya kerja sama ini, PMI Kota Sukabumi dan Yayasan Sakawarga Indonesia berkomitmen untuk mengimplementasikan berbagai program bersama yang berorientasi pada peningkatan kapasitas masyarakat, pengurangan risiko bencana, serta pemanfaatan teknologi secara inklusif dan berkelanjutan.





