WhatsApp Image 2025 12 08 At 19.53.40 (3)

PMI Kota Sukabumi Terus Gencarkan Edukasi Siaga Bencana Usia Dini

KOTA SUKABUMI — Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi terus memperkuat upaya pengurangan risiko bencana di lingkungan pendidikan melalui program edukasi siaga bencana usia dini. Salah satunya dilaksanakan dengan di SD Islam Terpadu (SDIT) Al-Huda di Markas PMI Kota Sukabumi, senin (8/12). Kegiatan ini menyasar siswa dengan pendekatan Fun and Deep Learning agar materi keselamatan dapat dipahami secara mudah dan menyenangkan.

Dalam sesi Sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), para siswa dikenalkan pada langkah penyelamatan diri saat terjadi gempa bumi. Mereka mempraktikkan posisi berlindung menggunakan tas sekolah dan kursi sebagai pelindung kepala, sambil mengenakan helm keselamatan.

Selain itu dengan mencari perlindungan di bawah meja kokoh (melindungi kepala dan leher), menghindari jendela/benda jatuh, tetap tenang, dan segera mengikuti prosedur evakuasi sekolah setelah guncangan berhenti, sambil mendengarkan arahan guru untuk memastikan keselamatan bersama. Praktik langsung ini menjadi cara efektif untuk menanamkan kesiapan menghadapi situasi darurat, sekaligus membangun keberanian anak dalam bertindak.

Selain itu, edukasi pertolongan pertama menjadi bagian penting dari agenda kegiatan. Relawan PMI memberikan contoh teknik sederhana mengevakuasi teman yang mengalami cedera ringan. Secara berkelompok, para siswa mencoba mengangkat dan memindahkan “korban” dengan benar, melatih kekompakan dan ketepatan dalam memberikan bantuan awal.

Materi edukasi dilanjutkan dengan pengenalan dunia donor darah. Melalui penjelasan visual dan interaktif, siswa memahami manfaat donor darah, proses pengambilannya, serta bagaimana donor darah membantu menyelamatkan nyawa. Pengetahuan ini diperkenalkan sejak dini agar anak-anak tumbuh dengan rasa empati dan kepedulian sosial.

Kegiatan ditutup dengan pengenalan layanan ambulans PMI. Anak-anak diajak melihat isi dan fungsi peralatan dasar di dalam ambulans, termasuk bagaimana kendaraan tersebut digunakan dalam kondisi darurat. Momen ini menjadi pengalaman berharga bagi siswa untuk memahami pentingnya respons cepat dalam penanganan situasi kritis.

PMI Kota Sukabumi menegaskan bahwa edukasi siaga bencana usia dini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk membentuk generasi yang lebih tangguh dan berdaya. Pengetahuan yang diberikan ke anak-anak usia sekolah dasar diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan keluarga dan komunitas dalam menghadapi potensi bencana.

Dengan pendekatan yang ramah anak dan berbasis pengalaman langsung, PMI optimistis kegiatan ini dapat menjadi pondasi penting bagi terciptanya lingkungan sekolah yang aman, responsif, dan siap menghadapi kondisi darurat kapan pun terjadi.

PMI Kota Sukabumi Terus Gencarkan Edukasi Siaga Bencana Usia Dini

KOTA SUKABUMI — Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi terus memperkuat upaya pengurangan risiko bencana di lingkungan pendidikan melalui program edukasi siaga bencana usia dini. Salah satunya dilaksanakan dengan di SD Islam Terpadu (SDIT) Al-Huda di Markas PMI Kota Sukabumi, senin (8/12). Kegiatan ini menyasar siswa dengan pendekatan Fun and Deep Learning agar materi keselamatan dapat dipahami secara mudah dan menyenangkan.

Dalam sesi Sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), para siswa dikenalkan pada langkah penyelamatan diri saat terjadi gempa bumi. Mereka mempraktikkan posisi berlindung menggunakan tas sekolah dan kursi sebagai pelindung kepala, sambil mengenakan helm keselamatan.

Selain itu dengan mencari perlindungan di bawah meja kokoh (melindungi kepala dan leher), menghindari jendela/benda jatuh, tetap tenang, dan segera mengikuti prosedur evakuasi sekolah setelah guncangan berhenti, sambil mendengarkan arahan guru untuk memastikan keselamatan bersama. Praktik langsung ini menjadi cara efektif untuk menanamkan kesiapan menghadapi situasi darurat, sekaligus membangun keberanian anak dalam bertindak.

Selain itu, edukasi pertolongan pertama menjadi bagian penting dari agenda kegiatan. Relawan PMI memberikan contoh teknik sederhana mengevakuasi teman yang mengalami cedera ringan. Secara berkelompok, para siswa mencoba mengangkat dan memindahkan “korban” dengan benar, melatih kekompakan dan ketepatan dalam memberikan bantuan awal.

Materi edukasi dilanjutkan dengan pengenalan dunia donor darah. Melalui penjelasan visual dan interaktif, siswa memahami manfaat donor darah, proses pengambilannya, serta bagaimana donor darah membantu menyelamatkan nyawa. Pengetahuan ini diperkenalkan sejak dini agar anak-anak tumbuh dengan rasa empati dan kepedulian sosial.

Kegiatan ditutup dengan pengenalan layanan ambulans PMI. Anak-anak diajak melihat isi dan fungsi peralatan dasar di dalam ambulans, termasuk bagaimana kendaraan tersebut digunakan dalam kondisi darurat. Momen ini menjadi pengalaman berharga bagi siswa untuk memahami pentingnya respons cepat dalam penanganan situasi kritis.

PMI Kota Sukabumi menegaskan bahwa edukasi siaga bencana usia dini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk membentuk generasi yang lebih tangguh dan berdaya. Pengetahuan yang diberikan ke anak-anak usia sekolah dasar diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan keluarga dan komunitas dalam menghadapi potensi bencana.

Dengan pendekatan yang ramah anak dan berbasis pengalaman langsung, PMI optimistis kegiatan ini dapat menjadi pondasi penting bagi terciptanya lingkungan sekolah yang aman, responsif, dan siap menghadapi kondisi darurat kapan pun terjadi.

Scroll to Top