KOTA SUKABUMI – Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Korps Sukarela (KSR) Unit Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) memasuki tahap lapangan dengan agenda operasi medan. Pada fase ini, para peserta yang merupakan mahasiswa keperawatan menjalani kegiatan longmarch sebagai bagian dari pembentukan kapasitas relawan tangguh dalam menghadapi situasi darurat dan bencana.
Kegiatan diawali dengan apel pemberangkatan yang dihadiri oleh Pengurus PMI Kota Sukabumi, Komandan KSR PMI Kota Sukabumi, KSR Unit Markas PMI Kota Sukabumi, Perwakilan KSR Unit IMN serta jajaran Pengurus KSR Unit UMMI dan panitia Kegiatan.
Longmarch ini dirancang untuk menguji ketahanan fisik, mental, serta kemampuan kerja sama tim dalam kondisi terbatas. Selain itu, peserta juga dilatih menghadapi berbagai skenario lapangan, mulai dari navigasi medan, penanganan korban, hingga evakuasi darurat sebagai bagian dari simulasi kondisi nyata.
Rangkaian kegiatan operasi medan ini akan berakhir di kawasan Pondok Halimun yang menjadi lokasi simulasi lanjutan Tanggap Darurat Bencana (TDB). Di lokasi tersebut, peserta akan diuji dalam skenario terpadu yang menuntut kecepatan, ketepatan, serta koordinasi tim di bawah tekanan.
Dekan Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sukabumi, Irawan Danismaya, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian penting dalam membentuk tenaga kesehatan yang siap siaga di berbagai situasi.
“Mahasiswa keperawatan tidak hanya dituntut unggul secara klinis, tetapi juga harus siap menghadapi kondisi darurat di lapangan,” ujarnya. Ia menambahkan, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan KSR menjadi bentuk kontribusi nyata dunia pendidikan dalam mendukung gerakan kemanusiaan.
“Kami ingin mencetak relawan muda yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga siap terjun langsung membantu masyarakat dalam situasi darurat,” tambahnya.
Sementara itu, pengurus Palang Merah Indonesia yang hadir, yakni Ketua Bidang SDM dan Relawan Dessy Rachmawati serta Ketua Bidang Diklat Suherman, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada civitas akademika Universitas Muhammadiyah Sukabumi, khususnya Fakultas Kesehatan, serta pengurus KSR Unit UMMI dan seluruh jajaran panitia yang telah menyukseskan kegiatan ini. Kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam mencetak relawan muda yang siap mengabdi untuk kemanusiaan,” ujar Dessy Rachmawati.

Ia menambahkan, kegiatan Diklatsar ini merupakan bagian dari siklus manajemen relawan di Palang Merah Indonesia.
“Proses ini dimulai dari perekrutan dan pendidikan pelatihan seperti saat ini. Ke depan, para relawan KSR akan mendapatkan pembinaan berkelanjutan hingga masuk pada tahap mobilisasi dan penugasan dalam berbagai kegiatan kemanusiaan,” jelasnya.
Sementara itu, Suherman menegaskan bahwa proses Diklatsar tidak hanya menuntut kesiapan fisik, tetapi juga kemampuan intelektual peserta dalam menghadapi kondisi darurat.
“Dalam operasi medan ini, peserta tidak hanya diuji secara fisik, tetapi juga intelegensi melalui berbagai skenario kondisi tanggap darurat bencana. Ini merupakan bagian dari proses Manajemen Tanggap Darurat Bencana (MTDB), di mana relawan dituntut mampu berpikir cepat, tepat, dan terukur dalam mengambil keputusan di lapangan,” jelasnya.
Menurutnya, pendekatan ini penting agar relawan memiliki kesiapan yang menyeluruh, baik secara fisik maupun analisis situasi, sehingga mampu memberikan respons yang efektif dalam setiap misi kemanusiaan.
Dengan memasuki tahap operasi medan ini, peserta diharapkan mampu mengaplikasikan seluruh materi yang telah diperoleh sebelumnya. Diklatsar KSR UMMI pun menjadi bagian penting dalam mencetak relawan Medis yang profesional, tangguh, dan berintegritas, serta memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan Palang Merah Indonesia dalam aksi kemanusiaan




