WhatsApp Image 2026 07 17 At 19.04.01

Tak Hanya Salurkan Air Bersih, PMI Ajak Warga Bijak Menggunakan Air di Musim Kemarau

[atlasvoice]

KOTA SUKABUMI – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi tidak hanya mendistribusikan bantuan air bersih kepada warga terdampak musim kemarau, tetapi juga mengajak masyarakat untuk menggunakan air secara bijak guna mengantisipasi potensi krisis air yang dapat berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.

Ajakan tersebut disampaikan bersamaan dengan kegiatan distribusi air bersih di Kampung Cikundul Hilir RW 04, Kelurahan Cikundul, Kota Sukabumi, Sabtu, yang menyasar sekitar 340 kepala keluarga (KK). Pada kegiatan tersebut, PMI Kota Sukabumi menyalurkan 10.000 liter air bersih melalui dua kali ritase armada tangki. Sementara itu, Perumda Tirta Bumi Wibawa (PDAM) Kota Sukabumi turut mendistribusikan 45.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kota Sukabumi, HR. Imran Wardhani, mengatakan bahwa distribusi air bersih merupakan langkah penanganan darurat. Namun, upaya tersebut perlu diimbangi dengan kesadaran masyarakat dalam menghemat penggunaan air agar persediaan yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Air bersih menjadi kebutuhan dasar yang sangat penting, terutama saat musim kemarau. Kami mengajak masyarakat menggunakan air secukupnya, memprioritaskan kebutuhan pokok seperti minum, memasak, dan sanitasi, serta menghindari pemborosan. Dengan penggunaan yang bijak, bantuan yang disalurkan dapat dirasakan lebih lama oleh seluruh warga,” ujar Imran.

Ia menjelaskan, PMI bersama Pemerintah Kota Sukabumi, BPBD, dan Perumda Tirta Bumi Wibawa terus memantau perkembangan kondisi di lapangan selama masa Status Siaga Bencana Kekeringan yang berlaku hingga 30 September 2026. Apabila terdapat wilayah lain yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih, PMI siap memberikan dukungan distribusi sesuai hasil koordinasi dengan pemerintah setempat.

Selain menghemat penggunaan air, PMI juga mengimbau masyarakat untuk menampung air bersih pada wadah yang tertutup dan bersih guna menjaga kualitas air tetap layak digunakan. Warga juga diharapkan segera melaporkan kepada aparat kelurahan atau kecamatan apabila mulai mengalami penurunan pasokan air bersih sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan Musim kemarau  tahun ini diperkirakan berlangsung lebih lama dibandingkan beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut dipengaruhi fenomena El Niño yang intensitasya meningkat sehingga membuat musim kering menjadi lebih panjang dan minim hujan. Oleh karena itu, kesiapsiagaan masyarakat dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mengurangi dampak kekeringan, selain dukungan distribusi air bersih dari pemerintah dan lembaga kemanusiaan.

PMI Kota Sukabumi juga membuka layanan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan distribusi air bersih. Permohonan dapat disampaikan melalui pemerintah kelurahan atau kecamatan, maupun menghubungi Hotline PMI Kota Sukabumi di +62 858-6460-7954 untuk mendapatkan informasi dan koordinasi layanan.

Melalui perpaduan antara respons kemanusiaan dan edukasi kepada masyarakat, PMI Kota Sukabumi berharap kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi sekaligus mendorong budaya hemat air sebagai bagian dari upaya menghadapi dampak musim kemarau.

Sebelumnya
Selanjutnya

Tak Hanya Salurkan Air Bersih, PMI Ajak Warga Bijak Menggunakan Air di Musim Kemarau

KOTA SUKABUMI – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi tidak hanya mendistribusikan bantuan air bersih kepada warga terdampak musim kemarau, tetapi juga mengajak masyarakat untuk menggunakan air secara bijak guna mengantisipasi potensi krisis air yang dapat berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.

Ajakan tersebut disampaikan bersamaan dengan kegiatan distribusi air bersih di Kampung Cikundul Hilir RW 04, Kelurahan Cikundul, Kota Sukabumi, Sabtu, yang menyasar sekitar 340 kepala keluarga (KK). Pada kegiatan tersebut, PMI Kota Sukabumi menyalurkan 10.000 liter air bersih melalui dua kali ritase armada tangki. Sementara itu, Perumda Tirta Bumi Wibawa (PDAM) Kota Sukabumi turut mendistribusikan 45.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kota Sukabumi, HR. Imran Wardhani, mengatakan bahwa distribusi air bersih merupakan langkah penanganan darurat. Namun, upaya tersebut perlu diimbangi dengan kesadaran masyarakat dalam menghemat penggunaan air agar persediaan yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Air bersih menjadi kebutuhan dasar yang sangat penting, terutama saat musim kemarau. Kami mengajak masyarakat menggunakan air secukupnya, memprioritaskan kebutuhan pokok seperti minum, memasak, dan sanitasi, serta menghindari pemborosan. Dengan penggunaan yang bijak, bantuan yang disalurkan dapat dirasakan lebih lama oleh seluruh warga,” ujar Imran.

Ia menjelaskan, PMI bersama Pemerintah Kota Sukabumi, BPBD, dan Perumda Tirta Bumi Wibawa terus memantau perkembangan kondisi di lapangan selama masa Status Siaga Bencana Kekeringan yang berlaku hingga 30 September 2026. Apabila terdapat wilayah lain yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih, PMI siap memberikan dukungan distribusi sesuai hasil koordinasi dengan pemerintah setempat.

Selain menghemat penggunaan air, PMI juga mengimbau masyarakat untuk menampung air bersih pada wadah yang tertutup dan bersih guna menjaga kualitas air tetap layak digunakan. Warga juga diharapkan segera melaporkan kepada aparat kelurahan atau kecamatan apabila mulai mengalami penurunan pasokan air bersih sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan Musim kemarau  tahun ini diperkirakan berlangsung lebih lama dibandingkan beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut dipengaruhi fenomena El Niño yang intensitasya meningkat sehingga membuat musim kering menjadi lebih panjang dan minim hujan. Oleh karena itu, kesiapsiagaan masyarakat dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mengurangi dampak kekeringan, selain dukungan distribusi air bersih dari pemerintah dan lembaga kemanusiaan.

PMI Kota Sukabumi juga membuka layanan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan distribusi air bersih. Permohonan dapat disampaikan melalui pemerintah kelurahan atau kecamatan, maupun menghubungi Hotline PMI Kota Sukabumi di +62 858-6460-7954 untuk mendapatkan informasi dan koordinasi layanan.

Melalui perpaduan antara respons kemanusiaan dan edukasi kepada masyarakat, PMI Kota Sukabumi berharap kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi sekaligus mendorong budaya hemat air sebagai bagian dari upaya menghadapi dampak musim kemarau.

Sebelumnya
Berikutnya
Scroll to Top