ChatGPT Image 25 Agu 2026, 21.09.10

Perkuat Sistem Peringatan Dini, PMI Kota Sukabumi Pasang Tiga Alat Pemantau Curah Hujan di Lokasi Riset

[atlasvoice]

KOTA SUKABUMI — Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi terus memperkuat upaya pemantauan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi melalui penguatan data cuaca dan kondisi sungai.

Upaya tersebut dilakukan melalui pemasangan tiga alat pemantau curah hujan atau Automatic Weather Station (AWS) di sejumlah titik lokasi riset sekitar sungai di Kota Sukabumi, mulai dari wilayah hulu, tengah hingga hilir.

Pemasangan perangkat ini merupakan implementasi lanjutan program Open River Cam (ORC) dengan dukungan PMI Pusat dan Palang Merah Amerika (American Red Cross) Keberadaan AWS diharapkan dapat memperkuat ketersediaan data mengenai curah hujan sekaligus melengkapi data yang dihasilkan dari sistem pemantauan sungai berbasis ORC.

Tiga perangkat tersebut ditempatkan untuk memperoleh gambaran kondisi curah hujan pada lokasi yang berbeda sepanjang aliran sungai. Data dari wilayah hulu, titik pemantauan ORC di bagian tengah, hingga wilayah hilir nantinya dapat dibandingkan untuk melihat pola dan distribusi curah hujan serta perubahan kondisi air di sepanjang aliran sungai.

Data AWS juga akan digunakan untuk menguatkan dan memvalidasi data yang diperoleh melalui ORC. Penggabungan kedua sumber data tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas informasi yang tersedia untuk mendukung analisis hidrologi serta pengembangan sistem pemantauan sungai.

Selain menjadi bagian dari penguatan sistem pemantauan, data yang dikumpulkan juga akan mendukung riset yang dilakukan IPB University terkait pengembangan Open River Cam. Data curah hujan dapat menjadi informasi pendukung untuk memahami hubungan antara kondisi hujan dengan perubahan kondisi aliran sungai.

 

Kegiatan pemasangan melibatkan Prof. Dr. Muh. Taufik, S.Si., M.Si., Guru Besar bidang Hidrologi Departemen Geofisika dan Meteorologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University.

Selain itu, kegiatan turut melibatkan PMI Pusat yang dihadiri Dewi Ariyani, Kepala Sub Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Divisi Penanggulangan Bencana Markas PMI Pusat, Teguh Wibowo dari Palang Merah Amerika (American Red Cross), serta Ikhwan dan Haykal, lulusan Geofisika dan Meteorologi IPB.

Perangkat AWS yang telah terpasang memiliki keunggulan karena data dapat dipantau secara digital melalui telepon seluler. Akses pemantauan nantinya dapat diberikan kepada pihak-pihak terkait sehingga perkembangan data curah hujan dapat dipantau secara lebih mudah dan berkala.

Pemanfaatan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya PMI Kota Sukabumi dalam membangun sistem kesiapsiagaan yang semakin berbasis data. Informasi yang diperoleh tidak hanya bermanfaat untuk kebutuhan riset, tetapi juga dapat menjadi bahan pendukung dalam melakukan pemantauan potensi ancaman hidrometeorologi.

PMI Kota Sukabumi berharap kolaborasi antara PMI, American Red Cross, PMI Pusat, IPB University, relawan, dan masyarakat dapat terus dikembangkan untuk memperkuat sistem pengurangan risiko bencana.

Dengan tersedianya data dari hulu, tengah hingga hilir, pemantauan kondisi hujan dan sungai diharapkan dapat dilakukan secara lebih komprehensif. Data tersebut selanjutnya dapat menjadi salah satu dasar dalam meningkatkan analisis, kesiapsiagaan, dan pengembangan sistem peringatan dini bagi masyarakat di Kota Sukabumi.

Selanjutnya

Perkuat Sistem Peringatan Dini, PMI Kota Sukabumi Pasang Tiga Alat Pemantau Curah Hujan di Lokasi Riset

KOTA SUKABUMI — Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi terus memperkuat upaya pemantauan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi melalui penguatan data cuaca dan kondisi sungai.

Upaya tersebut dilakukan melalui pemasangan tiga alat pemantau curah hujan atau Automatic Weather Station (AWS) di sejumlah titik lokasi riset sekitar sungai di Kota Sukabumi, mulai dari wilayah hulu, tengah hingga hilir.

Pemasangan perangkat ini merupakan implementasi lanjutan program Open River Cam (ORC) dengan dukungan PMI Pusat dan Palang Merah Amerika (American Red Cross) Keberadaan AWS diharapkan dapat memperkuat ketersediaan data mengenai curah hujan sekaligus melengkapi data yang dihasilkan dari sistem pemantauan sungai berbasis ORC.

Tiga perangkat tersebut ditempatkan untuk memperoleh gambaran kondisi curah hujan pada lokasi yang berbeda sepanjang aliran sungai. Data dari wilayah hulu, titik pemantauan ORC di bagian tengah, hingga wilayah hilir nantinya dapat dibandingkan untuk melihat pola dan distribusi curah hujan serta perubahan kondisi air di sepanjang aliran sungai.

Data AWS juga akan digunakan untuk menguatkan dan memvalidasi data yang diperoleh melalui ORC. Penggabungan kedua sumber data tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas informasi yang tersedia untuk mendukung analisis hidrologi serta pengembangan sistem pemantauan sungai.

Selain menjadi bagian dari penguatan sistem pemantauan, data yang dikumpulkan juga akan mendukung riset yang dilakukan IPB University terkait pengembangan Open River Cam. Data curah hujan dapat menjadi informasi pendukung untuk memahami hubungan antara kondisi hujan dengan perubahan kondisi aliran sungai.

 

Kegiatan pemasangan melibatkan Prof. Dr. Muh. Taufik, S.Si., M.Si., Guru Besar bidang Hidrologi Departemen Geofisika dan Meteorologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University.

Selain itu, kegiatan turut melibatkan PMI Pusat yang dihadiri Dewi Ariyani, Kepala Sub Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Divisi Penanggulangan Bencana Markas PMI Pusat, Teguh Wibowo dari Palang Merah Amerika (American Red Cross), serta Ikhwan dan Haykal, lulusan Geofisika dan Meteorologi IPB.

Perangkat AWS yang telah terpasang memiliki keunggulan karena data dapat dipantau secara digital melalui telepon seluler. Akses pemantauan nantinya dapat diberikan kepada pihak-pihak terkait sehingga perkembangan data curah hujan dapat dipantau secara lebih mudah dan berkala.

Pemanfaatan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya PMI Kota Sukabumi dalam membangun sistem kesiapsiagaan yang semakin berbasis data. Informasi yang diperoleh tidak hanya bermanfaat untuk kebutuhan riset, tetapi juga dapat menjadi bahan pendukung dalam melakukan pemantauan potensi ancaman hidrometeorologi.

PMI Kota Sukabumi berharap kolaborasi antara PMI, American Red Cross, PMI Pusat, IPB University, relawan, dan masyarakat dapat terus dikembangkan untuk memperkuat sistem pengurangan risiko bencana.

Dengan tersedianya data dari hulu, tengah hingga hilir, pemantauan kondisi hujan dan sungai diharapkan dapat dilakukan secara lebih komprehensif. Data tersebut selanjutnya dapat menjadi salah satu dasar dalam meningkatkan analisis, kesiapsiagaan, dan pengembangan sistem peringatan dini bagi masyarakat di Kota Sukabumi.

Berikutnya
Scroll to Top