KOTA SUKABUMI – Membangun budaya sadar bencana perlu dimulai sejak usia dini. Semangat inilah yang tercermin dari upaya RA Zahara, yang beralamat di Perum Tanjungsari, Kota Sukabumi, dalam mendorong edukasi kesiapsiagaan bencana bagi peserta didiknya melalui kegiatan sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) bersama PMI Kota Sukabumi, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 60 siswa tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan pentingnya keselamatan dan kesiapsiagaan bencana di lingkungan pendidikan. Melalui pendekatan edukatif dan aktivitas yang menyenangkan, anak-anak diajak membangun pemahaman dasar mengenai keselamatan diri ketika menghadapi situasi darurat.

Inisiatif sekolah dalam menghadirkan edukasi kebencanaan menjadi langkah penting untuk membangun lingkungan belajar yang lebih aman. Pengenalan kesiapsiagaan sejak usia dini diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan kepada anak-anak, tetapi juga menumbuhkan kebiasaan untuk mengenali risiko, mengikuti arahan guru, dan memahami pentingnya menjaga keselamatan bersama.
Kepala RA Zahara, Neti Herawati, menyambut baik pelaksanaan sosialisasi SPAB sebagai bagian dari upaya memperkenalkan pendidikan kebencanaan kepada anak-anak sejak dini.
Menurutnya, edukasi keselamatan perlu dikenalkan melalui kegiatan yang sesuai dengan usia dan karakteristik peserta didik. Dengan metode yang menyenangkan, anak-anak diharapkan lebih mudah memahami pesan yang disampaikan dan mulai membiasakan perilaku aman di lingkungan sekolah.

Sementara itu, Staf Markas PMI Kota Sukabumi, Dinar Mochamad, menyampaikan bahwa satuan pendidikan memiliki peran penting dalam membangun budaya kesiapsiagaan bencana. Anak-anak perlu dikenalkan pada pengetahuan dasar mengenai keselamatan melalui pembelajaran yang sederhana, interaktif, dan sesuai dengan tahap perkembangan mereka.
Melalui kegiatan sosialisasi SPAB ini, PMI Kota Sukabumi berharap edukasi kebencanaan dapat terus berkembang di lingkungan pendidikan, termasuk pada jenjang pendidikan anak usia dini. Keterlibatan pihak sekolah menjadi salah satu unsur penting dalam menanamkan kesadaran keselamatan sejak awal.

Upaya RA Zahara dalam mendorong edukasi kesiapsiagaan bencana menunjukkan bahwa sekolah dapat mengambil peran aktif dalam membangun budaya aman bencana. Melalui kolaborasi dengan PMI Kota Sukabumi, edukasi keselamatan diharapkan menjadi bagian dari proses pembelajaran yang berkelanjutan.
Dengan menanamkan kesadaran sejak dini, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang lebih mengenal risiko, memahami pentingnya keselamatan, dan mampu mengikuti langkah-langkah dasar kesiapsiagaan ketika menghadapi situasi darurat.




