WhatsApp Image 2026-04-22 at 11.58.04

Di Balik Puing Kebakaran, Dua Keluarga di Kota Sukabumi Butuh Uluran Tangan

KOTA SUKABUMI — Duka masih menyelimuti dua keluarga di Kota Sukabumi setelah kebakaran hebat menghanguskan rumah mereka pada Rabu (22/4/2026) dini hari. Bah Jujum dan Pak Ujang kini harus menghadapi kenyataan pahit: kehilangan tempat tinggal sekaligus sebagian besar harta benda dalam sekejap.

Peristiwa yang terjadi saat fajar itu membuat api cepat membesar dan sulit dikendalikan. Warga yang berusaha membantu hanya bisa menyelamatkan sebagian kecil barang, sementara bangunan rumah tidak dapat diselamatkan.

Kini, kedua keluarga tersebut harus bertahan di tengah keterbatasan. Puing-puing bangunan yang menghitam menjadi saksi bisu musibah yang mereka alami. Kebutuhan dasar seperti makanan, perlengkapan sehari-hari, hingga tempat tinggal sementara menjadi hal yang sangat mendesak.

Di tengah kondisi tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi hadir memberikan bantuan awal sebagai bentuk respon cepat kemanusiaan. Relawan PMI turun langsung ke lokasi untuk melakukan asesmen dan menyalurkan bantuan kepada para korban. Adapun bantuan yang telah diberikan meliputi paket hygiene kit, mi instan dan paket biskuit

Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada Bah Jujum dan Pak Ujang sebagai upaya meringankan beban di masa darurat. Meski demikian, kebutuhan para korban masih cukup besar dan membutuhkan perhatian serta dukungan lanjutan dari berbagai pihak.

Staf PMI Kota Sukabumi wawan Ruswandi didampingi dengan Ketua PMi Kecamatan Cikole, Relawan SIBAT dan unsur pemerintahan kelurahan dan Kecamatan menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan upaya respon awal. “Kami berharap ada dukungan dari berbagai elemen masyarakat agar kebutuhan korban dapat terpenuhi, terutama untuk pemulihan pascakebakaran,” ujar Wawan Ruswandi

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun dampak yang ditimbulkan sangat besar bagi kehidupan kedua keluarga tersebut. Saat ini, harapan mereka bergantung pada kepedulian dan solidaritas bersama.

Di balik puing kebakaran, Bah Jujum dan Pak Ujang berusaha tetap tegar menata kembali kehidupan, sembari menunggu uluran tangan yang datang membantu mereka bangkit kembali.

Di Balik Puing Kebakaran, Dua Keluarga di Kota Sukabumi Butuh Uluran Tangan

KOTA SUKABUMI — Duka masih menyelimuti dua keluarga di Kota Sukabumi setelah kebakaran hebat menghanguskan rumah mereka pada Rabu (22/4/2026) dini hari. Bah Jujum dan Pak Ujang kini harus menghadapi kenyataan pahit: kehilangan tempat tinggal sekaligus sebagian besar harta benda dalam sekejap.

Peristiwa yang terjadi saat fajar itu membuat api cepat membesar dan sulit dikendalikan. Warga yang berusaha membantu hanya bisa menyelamatkan sebagian kecil barang, sementara bangunan rumah tidak dapat diselamatkan.

Kini, kedua keluarga tersebut harus bertahan di tengah keterbatasan. Puing-puing bangunan yang menghitam menjadi saksi bisu musibah yang mereka alami. Kebutuhan dasar seperti makanan, perlengkapan sehari-hari, hingga tempat tinggal sementara menjadi hal yang sangat mendesak.

Di tengah kondisi tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi hadir memberikan bantuan awal sebagai bentuk respon cepat kemanusiaan. Relawan PMI turun langsung ke lokasi untuk melakukan asesmen dan menyalurkan bantuan kepada para korban. Adapun bantuan yang telah diberikan meliputi paket hygiene kit, mi instan dan paket biskuit

Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada Bah Jujum dan Pak Ujang sebagai upaya meringankan beban di masa darurat. Meski demikian, kebutuhan para korban masih cukup besar dan membutuhkan perhatian serta dukungan lanjutan dari berbagai pihak.

Staf PMI Kota Sukabumi wawan Ruswandi didampingi dengan Ketua PMi Kecamatan Cikole, Relawan SIBAT dan unsur pemerintahan kelurahan dan Kecamatan menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan upaya respon awal. “Kami berharap ada dukungan dari berbagai elemen masyarakat agar kebutuhan korban dapat terpenuhi, terutama untuk pemulihan pascakebakaran,” ujar Wawan Ruswandi

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun dampak yang ditimbulkan sangat besar bagi kehidupan kedua keluarga tersebut. Saat ini, harapan mereka bergantung pada kepedulian dan solidaritas bersama.

Di balik puing kebakaran, Bah Jujum dan Pak Ujang berusaha tetap tegar menata kembali kehidupan, sembari menunggu uluran tangan yang datang membantu mereka bangkit kembali.

Scroll to Top