KOTA SUKABUMI — Keterbatasan bukan menjadi penghalang bagi anak-anak penyandang disabilitas untuk belajar mengenali risiko bencana. Dengan penuh semangat, para siswa SLB A Budi Nurani Kota Sukabumi mengikuti kegiatan edukasi kesiapsiagaan bencana melalui ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) Inklusif.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran rutin yang dilaksanakan setiap minggu. Para siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai kebencanaan, tetapi juga diajak mengenali langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan ketika menghadapi situasi darurat.
Suasana belajar berlangsung hangat dan interaktif. Para siswa mengikuti arahan pendamping dan relawan PMI dengan cara yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Semangat terlihat dari keterlibatan para siswa selama proses pembelajaran dan praktik.

Bagi PMI Kota Sukabumi, edukasi kesiapsiagaan bencana bagi penyandang disabilitas merupakan bagian penting dari upaya membangun masyarakat yang inklusif dan tangguh bencana. Setiap orang memiliki hak untuk memperoleh pengetahuan dan kapasitas menghadapi bencana, termasuk anak-anak dengan disabilitas.
Melalui PMR Inklusif, pembelajaran tidak hanya diarahkan pada pengetahuan tentang bencana, tetapi juga membangun kepercayaan diri, kemandirian, kemampuan berkomunikasi, serta mengenali tindakan yang aman ketika terjadi keadaan darurat.
Kegiatan rutin setiap minggu tersebut juga menjadi ruang bagi para siswa untuk belajar melalui pengalaman dan praktik secara bertahap. Pendekatan ini membantu materi kesiapsiagaan disampaikan dengan cara yang lebih mudah dipahami sesuai kemampuan masing-masing peserta.
Semangat anak-anak SLB A Budi Nurani menjadi gambaran bahwa kesiapsiagaan bencana adalah milik semua orang. Inklusi dalam kebencanaan bukan sekadar memberikan akses informasi, tetapi memastikan setiap individu memiliki kesempatan untuk belajar, berpartisipasi, dan mempersiapkan diri menghadapi risiko bencana.
Melalui kegiatan PMR Inklusif yang terus dilakukan secara rutin, PMI Kota Sukabumi berupaya menanamkan budaya kesiapsiagaan sejak dini sekaligus membangun lingkungan pendidikan yang semakin peduli terhadap kebutuhan penyandang disabilitas dalam menghadapi bencana.




