KOTASUKABUMI – Di era digital, akses terhadap informasi dan teknologi bukan lagi sekadar kebutuhan, melainkan hak setiap warga negara. Hak tersebut berlaku bagi semua orang, termasuk penyandang disabilitas. Berangkat dari semangat kesetaraan itu, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi bersama Atma Connect dan Yayasan Saka Warga Indonesia menggelar Pelatihan Inklusi Digital: Jurnalisme Warga, Konten Media Sosial untuk Aksesibilitas bagi Penyandang Disabilitas, Minggu (12/7/2026).
Pelatihan ini menjadi ruang belajar bagi penyandang disabilitas, khususnya tunanetra, untuk mengenal dunia jurnalisme warga, membuat konten media sosial, serta memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana menyampaikan informasi dan berkarya. Melalui pendampingan secara langsung, peserta diajak memahami bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk berpartisipasi aktif di ruang digital.
Ketua Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI) Kota Sukabumi, Sulaeman, mengapresiasi kolaborasi PMI Kota Sukabumi, Atma Connect, dan Yayasan Saka Warga Indonesia yang telah memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk meningkatkan kemampuan digital.
“Pelatihan ini sangat berarti bagi kami. Penyandang disabilitas juga ingin terus belajar mengikuti perkembangan teknologi agar tidak tertinggal. Kami ingin membuktikan bahwa kami mampu berkarya, berbagi informasi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat jika diberikan kesempatan yang sama,” ujar Sulaeman.
Menurutnya, akses terhadap teknologi dan pelatihan seperti ini menjadi salah satu bentuk pemberdayaan yang mampu meningkatkan kepercayaan diri penyandang disabilitas.
“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini. Semakin banyak pelatihan yang inklusif, semakin besar pula kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk mandiri, produktif, dan berkontribusi di tengah masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Staf Markas PMI Kota Sukabumi, Dinar Mochamad, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen PMI dalam membangun masyarakat yang inklusif dan memastikan tidak ada satu pun kelompok masyarakat yang tertinggal dalam perkembangan teknologi digital.
“PMI Kota Sukabumi percaya bahwa setiap orang memiliki hak yang sama untuk memperoleh akses terhadap informasi, pendidikan, dan teknologi. Karena itu kami ingin menghadirkan ruang belajar yang terbuka bagi semua, termasuk penyandang disabilitas, agar mereka dapat meningkatkan kapasitas, berkarya, dan berpartisipasi aktif di era digital,” kata Dinar.
Menurutnya, literasi digital saat ini bukan hanya soal kemampuan menggunakan gawai atau media sosial, tetapi juga tentang kemampuan memanfaatkan teknologi secara positif untuk menyampaikan informasi, membangun jejaring, bahkan menciptakan peluang ekonomi.
“Melalui pelatihan ini kami berharap penyandang disabilitas tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi jurnalis warga dan kreator konten yang menyebarkan informasi positif dari lingkungan sekitarnya. Inilah wujud komitmen PMI untuk menghadirkan layanan kemanusiaan yang inklusif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.
Pelatihan tersebut tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan teknis, tetapi juga membangun rasa percaya diri untuk menyampaikan cerita, pengalaman, dan aspirasi melalui media digital. Melalui kolaborasi PMI Kota Sukabumi, Atma Connect, Yayasan Saka Warga Indonesia, dan PERTUNI Kota Sukabumi, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menciptakan ruang digital yang lebih inklusif, sehingga setiap orang memiliki hak, kesempatan, dan ruang yang sama untuk belajar, berkarya, dan berkontribusi bagi masyarakat tanpa memandang kondisi fisiknya.