WhatsApp Image 2026 07 22 At 14.30.26

Krisis Air Bersih Meluas di Kota Sukabumi, Permintaan Bantuan Terus Berdatangan

[atlasvoice]

KOTA SUKABUMI- Di bawah terik matahari yang menyengat, puluhan jeriken dan galon berjajar rapi di pinggir jalan Kampung Nanggerang RW 16 dan Kampung Kubang Kulon RW 16, Kelurahan Lembursitu, Kecamatan Lembursitu, Rabu (22/7/2026). Warga bergantian menunggu giliran mengisi wadah mereka. Bagi sebagian orang, air mungkin hanya kebutuhan sehari-hari. Namun bagi warga yang terdampak kemarau panjang, setiap tetes air yang mengalir menjadi harapan yang tak ternilai.

Musim kemarau yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir mulai memperlihatkan dampak nyata di sejumlah wilayah Kota Sukabumi. Debit mata air menurun drastis, sumur-sumur warga mulai mengering, dan kebutuhan air bersih semakin sulit dipenuhi. Kondisi tersebut membuat aktivitas sederhana seperti memasak, mandi, mencuci hingga beribadah menjadi tantangan tersendiri.

Di tengah situasi itu, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi bersama Perumda Tirta Bumi Wibawa (PDAM) Kota Sukabumi kembali hadir memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak. Melalui armada tangki air, sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan kepada 310 kepala keluarga atau sekitar 1.240 jiwa di Kelurahan Lembursitu.

Bagi warga, kedatangan mobil tangki bukan sekadar distribusi bantuan. Kehadirannya membawa rasa lega setelah beberapa hari harus menghemat sisa air yang ada. Sejak pagi, masyarakat sudah berkumpul dengan membawa berbagai wadah penampung, mulai dari galon, ember hingga jeriken berukuran besar. Mereka mengantre dengan tertib sembari berharap pasokan air bersih segera kembali normal.

Selain mendistribusikan air bersih, relawan PMI juga memberikan edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Masyarakat diajak menggunakan air secara bijak, menjaga kebersihan lingkungan, serta menerapkan pola hidup sehat agar terhindar dari berbagai penyakit yang kerap muncul saat musim kemarau.

Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kota Sukabumi, HR. Imran Wardhani, mengatakan kondisi kekeringan tahun ini mulai meluas dan menjadi perhatian serius. Menurutnya, permintaan bantuan air bersih dari berbagai wilayah di Kota Sukabumi terus meningkat setiap harinya.

"Kemarau yang berlangsung cukup lama telah menyebabkan sejumlah sumber air masyarakat mulai mengering sehingga kebutuhan air bersih menjadi persoalan yang mendesak. PMI Kota Sukabumi bersama Perumda Tirta Bumi Wibawa (PDAM) Kota Sukabumi terus bersinergi untuk memastikan masyarakat yang terdampak tetap mendapatkan akses air bersih. Kami juga mengajak masyarakat menggunakan air secara hemat dan menjaga kebersihan agar kesehatan tetap terjaga selama musim kemarau," ujar Imran.

Ia menjelaskan, distribusi air bersih bukan hanya sebatas memberikan bantuan sesaat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya kemanusiaan untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan dasar.

"Beberapa hari terakhir permintaan distribusi air bersih terus berdatangan. Artinya, dampak kemarau mulai dirasakan di semakin banyak wilayah. Kami terus melakukan asesmen bersama BPBD Kota Sukabumi untuk menentukan daerah-daerah yang paling membutuhkan bantuan agar penyalurannya tepat sasaran," katanya.

Imran menambahkan, PMI akan terus bersiaga selama musim kemarau masih berlangsung. Koordinasi dengan berbagai pihak terus diperkuat agar respons terhadap masyarakat dapat dilakukan lebih cepat.

"Kami bersyukur mendapat dukungan dari Perumda Tirta Bumi Wibawa (PDAM) Kota Sukabumi, BPBD Kota Sukabumi, Polsek Lembursitu, pemerintah Kelurahan Lembursitu, PMI Kecamatan Lembursitu, para ketua RW, serta seluruh relawan. Penanganan krisis air bersih tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi agar masyarakat dapat segera terbantu," tambahnya.

Kegiatan distribusi air bersih ini turut didampingi oleh BPBD Kota Sukabumi dan dihadiri Kapolsek Lembursitu, jajaran Kasi dan staf Kelurahan Lembursitu, Ketua PMI Kecamatan Lembursitu, serta Ketua RW 16.

PMI Kota Sukabumi juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila wilayahnya mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Laporan dari masyarakat menjadi dasar penting dalam menentukan prioritas penanganan sehingga bantuan dapat disalurkan secepat mungkin.

Berdasarkan prakiraan cuaca, musim kemarau tahun ini diperkirakan akan berlangsung lebih lama. Kondisi tersebut membuat ancaman krisis air bersih berpotensi meluas ke wilayah lain apabila tidak diantisipasi sejak dini.

Di balik antrean galon dan jeriken yang memenuhi pinggir jalan, tersimpan harapan agar hujan segera turun. Namun sebelum itu terjadi, semangat gotong royong dan kepedulian berbagai pihak menjadi penopang bagi masyarakat yang tengah berjuang menghadapi kemarau. Bagi ratusan warga di Lembursitu, bantuan air bersih yang datang hari itu bukan sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi menjadi bukti bahwa mereka tidak menghadapi musim kering ini sendirian.

Sebelumnya
Selanjutnya

Krisis Air Bersih Meluas di Kota Sukabumi, Permintaan Bantuan Terus Berdatangan

KOTA SUKABUMI- Di bawah terik matahari yang menyengat, puluhan jeriken dan galon berjajar rapi di pinggir jalan Kampung Nanggerang RW 16 dan Kampung Kubang Kulon RW 16, Kelurahan Lembursitu, Kecamatan Lembursitu, Rabu (22/7/2026). Warga bergantian menunggu giliran mengisi wadah mereka. Bagi sebagian orang, air mungkin hanya kebutuhan sehari-hari. Namun bagi warga yang terdampak kemarau panjang, setiap tetes air yang mengalir menjadi harapan yang tak ternilai.

Musim kemarau yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir mulai memperlihatkan dampak nyata di sejumlah wilayah Kota Sukabumi. Debit mata air menurun drastis, sumur-sumur warga mulai mengering, dan kebutuhan air bersih semakin sulit dipenuhi. Kondisi tersebut membuat aktivitas sederhana seperti memasak, mandi, mencuci hingga beribadah menjadi tantangan tersendiri.

Di tengah situasi itu, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi bersama Perumda Tirta Bumi Wibawa (PDAM) Kota Sukabumi kembali hadir memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak. Melalui armada tangki air, sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan kepada 310 kepala keluarga atau sekitar 1.240 jiwa di Kelurahan Lembursitu.

Bagi warga, kedatangan mobil tangki bukan sekadar distribusi bantuan. Kehadirannya membawa rasa lega setelah beberapa hari harus menghemat sisa air yang ada. Sejak pagi, masyarakat sudah berkumpul dengan membawa berbagai wadah penampung, mulai dari galon, ember hingga jeriken berukuran besar. Mereka mengantre dengan tertib sembari berharap pasokan air bersih segera kembali normal.

Selain mendistribusikan air bersih, relawan PMI juga memberikan edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Masyarakat diajak menggunakan air secara bijak, menjaga kebersihan lingkungan, serta menerapkan pola hidup sehat agar terhindar dari berbagai penyakit yang kerap muncul saat musim kemarau.

Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kota Sukabumi, HR. Imran Wardhani, mengatakan kondisi kekeringan tahun ini mulai meluas dan menjadi perhatian serius. Menurutnya, permintaan bantuan air bersih dari berbagai wilayah di Kota Sukabumi terus meningkat setiap harinya.

“Kemarau yang berlangsung cukup lama telah menyebabkan sejumlah sumber air masyarakat mulai mengering sehingga kebutuhan air bersih menjadi persoalan yang mendesak. PMI Kota Sukabumi bersama Perumda Tirta Bumi Wibawa (PDAM) Kota Sukabumi terus bersinergi untuk memastikan masyarakat yang terdampak tetap mendapatkan akses air bersih. Kami juga mengajak masyarakat menggunakan air secara hemat dan menjaga kebersihan agar kesehatan tetap terjaga selama musim kemarau,” ujar Imran.

Ia menjelaskan, distribusi air bersih bukan hanya sebatas memberikan bantuan sesaat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya kemanusiaan untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan dasar.

“Beberapa hari terakhir permintaan distribusi air bersih terus berdatangan. Artinya, dampak kemarau mulai dirasakan di semakin banyak wilayah. Kami terus melakukan asesmen bersama BPBD Kota Sukabumi untuk menentukan daerah-daerah yang paling membutuhkan bantuan agar penyalurannya tepat sasaran,” katanya.

Imran menambahkan, PMI akan terus bersiaga selama musim kemarau masih berlangsung. Koordinasi dengan berbagai pihak terus diperkuat agar respons terhadap masyarakat dapat dilakukan lebih cepat.

“Kami bersyukur mendapat dukungan dari Perumda Tirta Bumi Wibawa (PDAM) Kota Sukabumi, BPBD Kota Sukabumi, Polsek Lembursitu, pemerintah Kelurahan Lembursitu, PMI Kecamatan Lembursitu, para ketua RW, serta seluruh relawan. Penanganan krisis air bersih tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi agar masyarakat dapat segera terbantu,” tambahnya.

Kegiatan distribusi air bersih ini turut didampingi oleh BPBD Kota Sukabumi dan dihadiri Kapolsek Lembursitu, jajaran Kasi dan staf Kelurahan Lembursitu, Ketua PMI Kecamatan Lembursitu, serta Ketua RW 16.

PMI Kota Sukabumi juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila wilayahnya mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Laporan dari masyarakat menjadi dasar penting dalam menentukan prioritas penanganan sehingga bantuan dapat disalurkan secepat mungkin.

Berdasarkan prakiraan cuaca, musim kemarau tahun ini diperkirakan akan berlangsung lebih lama. Kondisi tersebut membuat ancaman krisis air bersih berpotensi meluas ke wilayah lain apabila tidak diantisipasi sejak dini.

Di balik antrean galon dan jeriken yang memenuhi pinggir jalan, tersimpan harapan agar hujan segera turun. Namun sebelum itu terjadi, semangat gotong royong dan kepedulian berbagai pihak menjadi penopang bagi masyarakat yang tengah berjuang menghadapi kemarau. Bagi ratusan warga di Lembursitu, bantuan air bersih yang datang hari itu bukan sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi menjadi bukti bahwa mereka tidak menghadapi musim kering ini sendirian.

Sebelumnya
Berikutnya
Scroll to Top