WhatsApp Image 2026 07 22 At 12.18.17

Tak Hanya Distribusi Air Bersih, PMI Kota Sukabumi Edukasi Warga agar Bijak Menggunakan Air dan Tetap Sehat

[atlasvoice]

KOTA SUKABUMIKemarau panjang tidak hanya berdampak pada berkurangnya ketersediaan air bersih, tetapi juga meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit akibat menurunnya kualitas sanitasi. Menyadari kondisi tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi mengintensifkan kegiatan promosi kebersihan (Hygiene Promotion)  dan edukasi Bijak menggunakan air bersih selama musik kemarau kepada masyarakat terdampak di Kelurahan Lembursitu, Kecamatan Lembursitu, Rabu (22/7/2026).

Menggunakan media edukasi bergambar, relawan PMI memberikan edukasi dan kampaye secara langsung kepada warga mengenai pentingnya menghemat penggunaan air, menjaga kebersihan lingkungan, mencuci tangan dengan benar, serta menyimpan air dalam wadah yang bersih dan tertutup agar tetap aman digunakan.

Kegiatan berlangsung interaktif. Warga, mulai dari ibu rumah tangga hingga anak-anak, tampak antusias mengikuti setiap penjelasan relawan. Mereka juga diberikan kesempatan berdiskusi mengenai cara-cara sederhana mengelola persediaan air di rumah selama musim kemarau.

Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kota Sukabumi, HR. Imran Wardhani, mengatakan bahwa edukasi kepada masyarakat merupakan bagian penting dari upaya penanganan dampak kekeringan.

"Kemarau panjang tidak hanya menyebabkan krisis air bersih, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan apabila masyarakat tidak mengetahui cara mengelola air dengan baik. Karena itu, selain memberikan layanan kemanusiaan, PMI juga terus mengedukasi masyarakat agar menggunakan air secara hemat, menjaga kebersihan lingkungan, dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat," ujar Imran.

Menurutnya, saat ini permintaan bantuan penanganan dampak kekeringan terus meningkat dari sejumlah wilayah di Kota Sukabumi. Oleh karena itu, PMI bersama Perumda Tirta Bumi Wibawa (PDAM) Kota Sukabumi, BPBD Kota Sukabumi, serta pemerintah setempat terus memperkuat kolaborasi agar penanganan tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan air, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan.

Dalam edukasi tersebut, relawan PMI mengingatkan warga agar memanfaatkan air sesuai kebutuhan, menggunakan kembali air untuk keperluan yang memungkinkan, serta rutin membersihkan tempat penampungan air guna mencegah berkembangnya bakteri maupun jentik nyamuk. Imran menambahkan, perubahan perilaku masyarakat merupakan investasi jangka panjang dalam menghadapi bencana kekeringan.

Kegiatan promosi kebersihan ini turut dihadiri Kapolsek Lembursitu, jajaran Kelurahan Lembursitu, BPBD Kota Sukabumi, Ketua PMI Kecamatan Lembursitu, serta tokoh masyarakat setempat.

Melalui pendekatan edukatif tersebut, PMI Kota Sukabumi berharap masyarakat tidak hanya mampu menghadapi keterbatasan air selama musim kemarau, tetapi juga tetap menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan sehingga risiko penyakit dapat ditekan semaksimal mungkin.

Selanjutnya

Tak Hanya Distribusi Air Bersih, PMI Kota Sukabumi Edukasi Warga agar Bijak Menggunakan Air dan Tetap Sehat

KOTA SUKABUMIKemarau panjang tidak hanya berdampak pada berkurangnya ketersediaan air bersih, tetapi juga meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit akibat menurunnya kualitas sanitasi. Menyadari kondisi tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi mengintensifkan kegiatan promosi kebersihan (Hygiene Promotion)  dan edukasi Bijak menggunakan air bersih selama musik kemarau kepada masyarakat terdampak di Kelurahan Lembursitu, Kecamatan Lembursitu, Rabu (22/7/2026).

Menggunakan media edukasi bergambar, relawan PMI memberikan edukasi dan kampaye secara langsung kepada warga mengenai pentingnya menghemat penggunaan air, menjaga kebersihan lingkungan, mencuci tangan dengan benar, serta menyimpan air dalam wadah yang bersih dan tertutup agar tetap aman digunakan.

Kegiatan berlangsung interaktif. Warga, mulai dari ibu rumah tangga hingga anak-anak, tampak antusias mengikuti setiap penjelasan relawan. Mereka juga diberikan kesempatan berdiskusi mengenai cara-cara sederhana mengelola persediaan air di rumah selama musim kemarau.

Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kota Sukabumi, HR. Imran Wardhani, mengatakan bahwa edukasi kepada masyarakat merupakan bagian penting dari upaya penanganan dampak kekeringan.

“Kemarau panjang tidak hanya menyebabkan krisis air bersih, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan apabila masyarakat tidak mengetahui cara mengelola air dengan baik. Karena itu, selain memberikan layanan kemanusiaan, PMI juga terus mengedukasi masyarakat agar menggunakan air secara hemat, menjaga kebersihan lingkungan, dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat,” ujar Imran.

Menurutnya, saat ini permintaan bantuan penanganan dampak kekeringan terus meningkat dari sejumlah wilayah di Kota Sukabumi. Oleh karena itu, PMI bersama Perumda Tirta Bumi Wibawa (PDAM) Kota Sukabumi, BPBD Kota Sukabumi, serta pemerintah setempat terus memperkuat kolaborasi agar penanganan tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan air, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan.

Dalam edukasi tersebut, relawan PMI mengingatkan warga agar memanfaatkan air sesuai kebutuhan, menggunakan kembali air untuk keperluan yang memungkinkan, serta rutin membersihkan tempat penampungan air guna mencegah berkembangnya bakteri maupun jentik nyamuk. Imran menambahkan, perubahan perilaku masyarakat merupakan investasi jangka panjang dalam menghadapi bencana kekeringan.

Kegiatan promosi kebersihan ini turut dihadiri Kapolsek Lembursitu, jajaran Kelurahan Lembursitu, BPBD Kota Sukabumi, Ketua PMI Kecamatan Lembursitu, serta tokoh masyarakat setempat.

Melalui pendekatan edukatif tersebut, PMI Kota Sukabumi berharap masyarakat tidak hanya mampu menghadapi keterbatasan air selama musim kemarau, tetapi juga tetap menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan sehingga risiko penyakit dapat ditekan semaksimal mungkin.

Berikutnya
Scroll to Top